Jumat, 14 Desember 2018

Program Serang Sehat Belum Memuaskan

SERANG, (KB).- Program Serang Sehat dinilai belum memuaskan. Hal tersebut salah satunya, karena masih kurangnya koordinasi antara organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, sebab selama ini masih mengandalkan Dinas Kesehatan untuk program tersebut. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Lokakarya Optimalisasi Peningkatan Indeks Kesehatan Kabupaten Serang, yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang, di Aula Tubagus Suwandi, Rabu (19/9/2018).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengatakan, program Serang Sehat telah berjalan sejak 2013, tetapi hasilnya masih belum memuaskan. Bicara Serang sehat tentunya harus didukung kecamatan yang sehat. Kecamatan sehat harus didukung desa sehat. “Ini bukan pekerjaan satu OPD saja, perlu dukungan OPD terkait baik dari infrastrukturnya, gizinya, dan pendidikannya,” katanya kepada wartawan seusai membuka kegiatan tersebut.

Ia menuturkan, untuk membangun Serang sehat ini bukan hanya tanggung jawab Dinkes saja, tetapi semua OPD terkait. “Makanya, faktor koordinasi antar-OPD sangat penting. Bappeda hari ini mengadakan lokakarya untuk membangun koordinasi. Saya harap, bukan hanya teori, tapi membangun sampai ke pelosok tadi, supaya keluarga sehat, MCK sehat, drainase sehat. Sehingga, semua aspek kesehatan dibangun,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika sampai saat ini program Serang sehat masih jauh dari harapan. Meskipun pada kenyataannya masih ada daerah lain yang kondisinya di bawah Serang, seperti Lebak dan Pandeglang. “Kami harus ditingkatkan,” tutur dia, merupakan bagian dari program nasional yang harus didukung oleh semua kalangan. Oleh karena itu, melalui lokakarya tersebut diharapkan ada satu hal yang baik yang dilahirkan. “Entah sistemnya atau yang lainnya,” katanya.

Menurut dia, nantinya, dalam pelaksanaannya camat diharapkan tidak hanya bicara teori, tetapi memahami seluk beluk wilayahnya. Di mana yang menjadi sumber penyakit dan harus dibenahi baik drainasenya atau jambannya. “Sehingga, cita-cita kami bisa terwujud dengan baik. Kami sayang keluarkan angggaranya kalau kondisinya tetap saja. Kami mau bentuk desa wisata, agar dapat dikunjungi alokasinya harus sehat. Sampai sekarang belum ada desa wisata yang memenuhi standar desa sehat,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Sri Nurhayati menuturkan, saat ini derajat kesehatan memang masih rendah, salah satunya masih adanya angka kematian ibu dan anak. “Tadi disampaikan pak Anang (Kepala Bapeda) juga, bahwa baru 20 persen kontribusi Dinkes terhadap peningkatan kesehatan, itu yang banyak lingkungan dan perilaku. Oleh karena itu, ini semua tidak mungkin bisa dicapai hanya dari kesehatan saja harus semua stakeholder gerak,” ucapnya.

Menurut dia, jika hanya mengandalkan Dinkes, maka jangan harap indeks kesehatan bisa optinal kenaikannya. “Makanya, sebetulnya upaya kami ini hanya berkontribusi 20 persen. Jadi, kalau yang lain enggak bergerak ya memang kenaikannya enggak optimal. Upaya yang kami lakukan dari internal Dinkes itu isu strategisnya masih tinggi AKI dan AKB. Masih ada kasus gizi buruk PHBS masih rendah. Sehingga, kegiatannya kami intervensi terutama bagaimana, agar AKI dan AKB bisa turun,” tuturnya. (DN)*


Sekilas Info

Pemuda Karang Taruna Lopang Indah Senang Ikut Senabung

Pemuda Karang Taruna Taman Lopang Indah yang terdiri dari Gelar, Azmi, Andre dan Rian, Jum’at …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *