Program SAUM, Dishub Cilegon Minta Dua Bus ke Pemprov

CILEGON, (KB).- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon sedang melayangkan surat permohonan bantuan penambahan unit bus ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Tambahan bus tersebut, diperlikan untuk mendukung Program Sarana Angkutan Umum Massal (Saum) Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, khususnya operasional Trans Cilegon Mandiri.

Kepala Dishub Kota Cilegon Andi Affandi mengatakan, permintaan dua unit bus kepada Pemprov Banten, karena saat ini pemprov memiliki dua unit bus ukuran medium. “Bus milik pemprov itu spesifikasinya sama dengan Bus Trans Cilegon mandiri. Kami berharap, dua bus itu dihibahkan ke Dishub Kota Cilegon. Kalau pun tidak bisa dihibahkan, dipinjamkan pun tidak masalah,” katanya saat dihubungi, Ahad (3/3/2019).

Menurut dia, surat permohonan telah dilayangkan pihaknya ke Gubernur Banten Wahidin Halim (WH). Surat permohonan tersebut, sudah melalui persetujuan Wali Kota Cilegon Edi Ariadi. “Suratnya sudah kami layangkan Jumat (1/3/2019) lalu,” ujarnya.

Ia menuturkan, dua bus milik Pemprov Banten awalnya untuk bus sekolah, namun karena bus sekolah. Namun, peruntukkannya batal dilakukan, karena sejumlah hal. “Informasi yang kami dapatkan, dua bus tersebut, tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Dari pada dianggurkan, kenapa tidak dimanfaatkan saja oleh Cilegon untuk mendukung Program Saum. Sebab, di Cilegon, Bus Trans Cilegon Mandiri baru ada dua unit,” ucapnya.

Menurut dia, dengan dua unit bus di Koridor I (Terminal Seruni-Ciwandan), hanya beroperasi delapan kali perjalan ke arah Ciwandan dan delapan kali perjalanan ke Terminal Seruni. “Saat ini, operasionalnya baru pagi dan sore. Pagi jam 06.00 WIB sampai jam 10.00 WIB, sore jam 15.00 WIB sampai jam 18.00 WIB. Kalau ada armada baru nanti kami bisa tambah jam operasionalnya,” tuturnya.

Kepala Seksi Pengembangan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada Dishub Kota Cilegon Pakalima Barutu mengatakan, spesifikasi bus milik Pemprov Banten sama dengan Bus Trans Cilegon Mandiri yang sudah beroperasi. Kapasitas sama-sama 40 penumpang, dengan 20 penumpang duduk dan 20 penumpang berdiri. “Tinggi bus juga sudah sesuai dengan selter yang kami bangun, jadi tinggal pakai saja. Hanya saja livery cat yang berbeda, tapi itu tidak masalah,” katanya.

Saat ini, ujar dia, keberadaan Trans Cilegon Mandiri sudah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Cilegon. Beberapa penumpang yang biasa menggunakan kendaraan pribadi ada yang mulai beralih ke Trans Cilegon untuk menuju tempat kerja. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here