Program Prona, Warga Diminta Jangan Sembarangan Gadai Sertifikat Tanah

TANGERANG, (KB).- Kota Tangerang Selatan (Tangsel) turut serta dalam program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) yang telah berjalan sejak 2017 lalu.

Bahkan, total ada sebanyak 80.000 bidang menjadi target Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel untuk memberikan sertifikat kepada warganya secara gratis, sedangkan saa ini ada sekitar 22.000 bidang yang masih harus disertifikatkan dan sisanya sedang diproses di tiap kelurahan yang ada di Kota Tangsel.

“Sisanya sedang diproses di tiap-tiap kelurahan. Targetnya, semoga 8.000 sertifikat bisa selesai tahun ini,” kata Wakil Wali Kota Tangse) Benyamin Davnie saat membagikan sertifikat di Kelurahan Rengas, akhir pekan kemarin.

Ia berpesan kepada warga Tangsel yang telah mendapatkan sertifikat, agar berhati-hati dalam menyimpan bukti hukum tertinggi tersebut.

“Harus dibuat copy-nya. Kalau mau digadaikan harus betul-betul menggunakan proses hukum yang tepat. Jangan dianggap sertifikat tanah, adalah surat biasa,” ujarnya.

Lurah Rengas Agus Salim menuturkan, dari 1.400 bidang, tahun ini ada tersisa 300 pemohon sertifikat di wilayahnya yang dinilai paling kecil di Kota Tangsel.

“Hari ini baru 57 yang diserahkan. Kami optimistis, segera selesai 100 persen. Saya berharap, dengan adanya program ini menjadi perhatian Pemerintah Pusat yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ucapnya.

Sementara Suwaryo, seorang warga RT01/RW01 yang juga pensiunan sopir pemasaran di Bintaro Jaya bersyukur, karena sertifikat dengan luas tanah 70 meter telah jadi.

“Alhamdulillah cuma sebulan jadi. Saya mah mau simpen aja sertifikatnya. Gak mau diapa-apain. Ini juga bikin sertifikat, karena AJB dimakan rayap,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Arman. Menurut dia, dengan adanya prona yang bekerja sama dengan BPN Tangsel sangat membantunya dalam membuat sertifikat hak milik (SHM) miliknya.

“Surat tanah saya asalnya dari girik, jadi harus mengurus terlebih dahulu. Tentunya jika dari girik harus membayar dahulu. Namun, ketika ikut prona tidak dipungut biaya dan alhamdulillah dalam waktu 6 bulan kami bisa terima SHM,” katanya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here