Program Pemerintah Belum Berdampak Signifikan, Pemulihan Wisata Terdampak Tsunami Disorot

Ade Hidayat, Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten.*

SERANG, (KB).- Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten Ade Hidayat menyoroti program pemulihan wisata terdampak tsunami Selat Sunda yang dilakukan pemerintah yang belum berdampak signifikan. Hal itu ditunjukkan dengan tingkat hunian hotel jelang perayaan tahun baru, yang belum menggembirakan.

“Saya lihat kegiatan saat koordinasi dengan kepala dinas (Pariwisata Banten) misalnya, program mereka cuma dipermukaan enggak esensi. Ke depan, pemerintah di Banten yang terkait perlu dikoordinasikan oleh Dinas Pariwisata Banten. Jadi harus ada peran provinsi melalui Dinas Pariwisata, bahwa pemprov mampu masalah brandingnya. Jangan bosan-bosan branding pariwisata di kita. Juga yang saya sarankan Dinas Pariwisata mampu koordinasi dengan dinas lainnya. Jadi brandingnya harus kuat,” katanya, Jumat (13/12/2019).

Selain branding, kata dia, pariwisata juga perlu diiklankan di platporm yang tersedia. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap terdampak bencana kembali meningkat.

“Kemudian bantuan shelling apa yang dijual oleh kita. Tentu juga gubernur harus perhatikan perbaikan infrastruktur yang kemudian jadi konten proses branding, selling dan advertising-nya. Gubernur sudah melakukan itu dan hasilnya branding,” ujarnya.

Tak kalah penting, pemerintah juga perlu melakukan kerja sama dengan pihak lain di luar daerah yang dianggap sukses mengembangkan wisata.

“Saya pikir enggak salah juga tarik dunia usaha lainnya yang bergerak di bidang usaha sama, untuk kerja sama. Entah jalannya investasi atau kerja sama dengan Banten,” tuturnya.

Terpisah, Ketua PHRI Banten Ahmad Sari Alam mengatakan, sampai kemarin tingkat pesanan hotel di wisata terdampak tsunami sudah menunjukkan perkembangan. Hanya saja perkembangannya belum maksimal.

“Perlu bersama pemerintah daerah dan para pengusaha untuk maksimal promosi, ini sampai sekarang jalan di tempat. Untuk itu kemungkinan naik pada tahun baru tetapi harga sama. Untuk hari biasa maksimal 20 persen dan hari libur rata-rata 50 persen,” katanya.

Jika dibandingkan dengan pesanan hotel jelang tahun baru pada periode yang sama sebelum terjadi bencana tsunami, kata dia, kondisi saat ini jauh berbeda.

“Sekarang bisa baik jika ada perhatian pemerintah daerah, contoh Lombok sudah baik kunjungan wisata karena pemerintahnya mau membangun awal bencana sampai sekarang,” ucapnya.

Ia merasa kepedulian pemerintah terhadap pemulihan wisata pascatsunami masih belum maksimal. “Kita lihat tanggal 22 Desember 1 tahun bencana tsunami kita lihat selanjutnya, sangat sulit, karena rasa kepedulian pemerintah daerah kurang tanggap,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp messengger tak menjelaskan secara rinci. Ia hanya menyarankan wartawan menghubungi Dinas Pariwisata di Kabupaten Serang dan Pandeglang. “Coba digali dulu informasi dari Kabupaten Serang dan Pandeglang ya,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here