Program Hunian Tetap Korban Tsunami Terganjal Lahan

PANDEGLANG, (KB).- Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Pandeglang belum dapat menyelesaikan program pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban terdampak bencana tsunami. Hal tersebut disebabkan karena terganjal oleh penyediaan lahan.

Kepala DPKPP Pandeglang H. Syarif Hidayat mengatakan, saat ini proses pembangunan rumah hunian tetap masih terhambat oleh pembebasan lahan yang dilakukan Pemkab Pandeglang. Meski sudah ada sebagian lahan yang sudah dilakukan pembebasan, namun hal itu kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.

“Kita masih dalam tahap koordinasi ya. Untuk pembangunan huntap itu kan masih ada yang belum selesai. Tetapi rencana pembangunan huntap yang ada di lahan Pemkab Pandeglang juga belum dibangun, karena harus secara serentak dibangunnya tidak bisa satu persatu,” kata Kepala DPKPP Syarif Hidayat kepada Kabar Banten, Rabu (2/10/2019).

Ia mengatakan, untuk tanah aset Pemda sudah tersedia namun pengadaan tanah oleh provinsi belum selesai. Sehingga pembangunan huntap belum bisa dilakukan.

“Untuk progres saat ini belum kita konfirmasi kepada Dinas Perkim Provinsi Banten. Insya Allah kalau nanti sudah konfirmasi akan kita kabarkan . Ini kan masih fokus pada pengadaan lahan untuk korban tsunami,” ujarnya.

Menurut dia, lahan pertanahan milik Pemkab Pandeglang sudah tersedia dan siap dibangun. Termasuk pengadaan tanah untuk pembangunan yang dilakukan Pemprov baru ada petunjuk.

“Yang sudah pasti lahan milik pemerintah daerah lokasinya di Mekarsari, Cibenda dan Banyubiru. Soal koordinasi dengan pemerintah provinsi itu sepertinya sudah ada titik terang,” ujarnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here