Program Berobat Gratis, Dua RSU Siap Antisipasi Lonjakan Pasien

SERANG, (KB).- Rumah Sakit Umum (RSU) Banten dan RSU Malingping akan melayani pasien secara gratis pada 2018 mendatang sesuai program yang digulirkan Gubernur Banten Wahidin Halim. Kedua rumah sakit milik Pemprov Banten tersebut juga siap mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien.

Direktur RSU Malingping dr. Danang Chamsyah mengatakan, kendala yang mungkin dihadapi dalam menjalankan program berobat gratis dengan hanya menggunakan KTP tersebut yaitu membeludaknya pasien. Terlebih jika mekanisme berobat tersebut tanpa disertai rujukan dari fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama.

“Masalahnya kita harus siap banyak pasien gitu kan. (Membeludak) bisa begitu bisa juga tidak, sulit diprediksi. Antisipasi, harus siap. Secara umum prinsipnya kami siap,” ujar Danang, Rabu (29/11/2017).
Ia mengungkapkan, sampai September 2017 tercatat sebanyak 726 pasien menggunakan surat keterangan tak mampu (SKTM) yang dilayani RSU Malingping.

“Rata-rata pasien baik yang dirawat maupun berobat biasa menghabiskan anggaran Rp 1,3 juta. Total anggaran Rp 1,5 miliar, yang sudah terserap Rp 1,011 miliar,” ucapnya. Sementara, alokasi anggaran program SKTM tahun lalu di RSU Malingping sebesar Rp 800 juta. “Tahun lalu itu pasiennya 632 orang. Jadi tahun ini meningkat,” tuturnya.

Senada dikatakan Wakil Direktur bidang Pelayanan RSU Banten Ajat Drajat Ahmad Putra. Ia mengatakan, prinsipnya RSU Banten siap melaksanakan program tersebut. Menurutnya, program tersebut bukan hal baru. Pada pasien SKTM juga tidak perlu menggunakan rujukan.

“SKTM tidak pakai rujukan. Siapapun dan kapanpun kita layani. Kalau BPJS memang mekanismenya pakai rujukan itu dari tingkat pertama, puskesmas. Kalau tahun depan (program berobat gratis dengan KTP) prinsipnya sama dengan SKTM, tak perlu rujukan. Langsung saja boleh,” kata Ajat, melalui sambungan telepon.

Menurutnya, wajar jika nanti ada lonjakan pasien. Namun, pihaknya optimistis bisa mengantisipasinya. “Kekhawatiran sih bukan. Hanya perkiraan. Artinya dengan adanya akses kan. Orang merasa ada fasilitas yang selama ini katakanlah menjadi kendala mereka, itu sekarang sudah dikasih jalan oleh provinsi lewat program berobat gratis. Otomatis jumlah kunjungan diperkiraan meningkat,” tuturnya.

Menurutnya, program berobat gratis hanya dengan KTP tak berbeda dengan SKTM yang sudah berjalan sejak 2015. “Ya prinsipnya kami siap. Karena kan dari 2015 kan sudah melayani pasien SKTM atau yang belum mempunyai JKN (BPJS), jadi kita sudah terbiasa, tidak ada masalah,” katanya.

Ia mengungkapkan, program berobat gratis nanti akan mengakomodasi jenis-jenis pengobatan yang tidak bisa diklaim di BPJS. “Kekurangannya di BPJS itu kan tidak semua jenis pengobatan diakomodasi. Misal KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), kemudian percobaan bunuh diri.

Yang berbau kekerasan itu tidak bisa diklaim. Kalau SKTM apapun itu diakomodasi. Kegiatan forensik itu BPJS tidak ada. Kalau ada permintaan visum engga bisa diklaim. Di rapat-rapat selalu saya sampaikan hal itu perlu diakomodasi. Kalau tidak, akan menjadi kendala di lapangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim memastikan program berobat gratis menggunakan KTP akan dibuat sesederhana mungkin. Salah satunya pasien tak perlu menggunakan rujukan untuk berobat di rumah sakit.

“Enggak. Pake KTP aja cukup,” kata Gubernur Wahidin. Wahidin mengatakan, masyarakat tinggal datang ke rumah sakit yang bekerja sama dengan Pemprov Banten kemudian menunjukkan KTP untuk bisa dilayani.

“Langsung datang aja, sekarang lagi disusun kerja sama dengan rumah sakit. Orang sakit mau pakai rujukan bagaimana, kalau hari minggu lo mau ke mana coba, dokter enggak ada. Nunggu Senin kan. Terkapar dia,” ujar pria yang akrab disapa WH ini. I

a mengatakan, saat ini pihaknya masih mematangkan mekanisme program berobat gratis yang akan diberlakukan pada 2018 tersebut. “Mekanismenya dibuat sesederhana mungkin. Nanti dengan direktur-direktur rumah sakit kita buat kesepakatan,” ucapnya. (RI)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here