Senin, 25 Juni 2018

Program Bedah Rumah Dimulai April

TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) pada April 2018 ini akan menjalankan program bedah rumah. Pemberian bantuan bagi warga miskin tersebut, tahun ini skemanya diubah menjadi swakelola dari sebelumnya yang dilakukan melalui sistem lelang.

Kabid Permukiman pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Tangsel, Carsono mengatakan pelaksanaan bedah rumah tahun ini melalui swakelola yang melibatkan lingkungan bersama Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). “Pola swadaya atau swakelola jauh lebih efektif dibanding pola tender. Proses lelang saja bisa memakan waktu 3 bulan, bangun 2 bulan jadi cukup lama. Dengan melibatkan BKM nanti tidak menggunakan lelang langsung ditangani oleh BKM,” kata Carsono di Pamulang, Kamis (29/3/2018).

Penyaluran dana, menurut Carsono bakal dibagi menjadi tiga termin. Pada termin pertama 40 persen ditransfer ke rekening atas nama lembaga BKM. Nantinya, BKM menyampaikan kepada DPKPP apa saja proses pembangunan yang dilaksanan. Setelah selesai laporan, termin kedua sebesar 40 persen dicairkan melalui transfer ke BKM untuk dana penyelesaian pembangunan.

Pada termin ketiga, ditransfer sisanya sebesar 20 persen. Diketahui, untuk per unit rumah mendapat bantuan Rp70 juta. “Jika ada rumah yang dibedah sudah punya listrik dan air maka anggaran dialihkan ke volume yang lain supaya mencapai tujuh puluh juta rupiah. Aturannya bedah rumah ini dari mulai rumah hingga penyediaan air serta listrik,” tandasnya.

Sementara Plt Kepala DPKPP Kota Tangsel, Uus Kusnadi menegaskan program bedah rumah tersebut ditarget selesai sebelum Lebaran 2018. “Kalau prosesnya lancar awal April ini, bisa dimulai selama dua bulan sehingga sebelum lebaran sudah selesai. Kita salah satu prototipe bagus bukan hanya renovasi tapi renovasi berat membangun total. Kalau dulu dikenal aladin alas lantai dan dinding tapi masyarakat komplain,” ungkapnya.

Karena sifatnya bantuan dan melibatkan banyak pihak seperti BKM, kelurahan, kecamatan para RT dan RW dan lingkungan, diakui  Uus wajib disosialisasikan terlebih dahulu dan mengundang calon penerima. Apa saja mekanismenya yang harus ditempuh melalui pendampingan BKM juga sebagai pengawas hingga rumah berdiri.

“Sosialisasi kegiatan bedah rumah dilaksanakan 2018 dibagi ke beberapa kelurahan, kami mengundang masyarakat calon penerima. Kita akan sederhanakan swakelola dengan BKM. Ini lebih ekeftif tidak melalui lelang karena swakelola. Cukup antusias mereka (calon penerima) sampai saya terharu,” ucap Uus.

Uus menambahkan bagi warga yang rumahnya perlu dibedah tapi belum mendapatkan jatah bersabar lebih dahulu hal ini terkait dengan anggaran tidak cukup. Perlu diketahui Pemkot Tangsel sedang fokus pada pembangunan infrastruktur jalan dan perkantoran pemkot. Jika semuanya selesai, anggaran dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat salahsatunya bedah rumah.

“Jika Pemkot sudah selesai bangun infrastruktur akan kembali ke kesejahteraan masyarakat. Bagi yang belum kebagian bedah rumah sabar saja nanti juga dibangun. Karana keterbatasan anggaran. Jika kami mendapatkan aggaran lebih pasti akan bertambah. Program ini bukan milik kami tapi milik bersama karena yang menempati adalah bapak ibu,” tandasnya. (DA)***


Sekilas Info

Penjabat Sementara Berakhir, Arief Kembali Jabat Wali Kota Tangerang

TANGERANG, (KB).- Setelah lima bulan bertindak sebagai Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Tangerang, M. Yusuf secara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *