Program 100 Hari Kerja, Syafrudin Klaim Sudah 80 Persen

Syafrudin, Wali Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Program 100 hari kerja Wali Kota Serang dan Wakil Wali Kota Serang Syafrudin-Subadri Ushuludin menyisakan 20 hari lagi. Wali Kota Serang Syafrudin mengklaim, progresnnya kini sudah mencapai 80 persen.

Ia mengatakan, hal tersebut dibuktikan dari suksesnya pelaksanaan Jumat Bersih (Jumsih), penataan pedagang kaki lima (PKL) Kawasan Stadion Maulana Yusuf, mengurai kemacetan lalu lintas di Terowongan Trondol, penanganan sampah dan pelebaran jembatan di Bhayangkara, Cipocok Jaya.

“Kemudian, di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Serang adanya informasi cepat 112. Jadi, tinggal penempatan PKL dari stadion ke Kepandean. Sudah 80 persen program itu,” katanya, Jumat (22/2/2019).

Menurut mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang tersebut, program 100 hari kerja akan terus berlanjut jika belum mencapai 100 persen. Setelah program 100 hari kerja, tutur dia, akan dilanjutkan dengan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan program lain yang sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Pendek (RPJP).

“Reformasi birokrasi insya Allah dalam minggu ini sudah diselesaikan termasuk SDM,” ucapnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Serang Namin mengapresiasi capaian tersebut, meski dia mengatakan, belum dapat melihatnya. Menurut dia, dengan kinerja wali kota dan wakil wali kota yang sudah dilakukan diharapkan bisa memacu kinerja seluruh pegawai di Lingkungan Pemkot Serang. Ia berharap, program 100 hari kerja tersebut, bukan hanya sebuah gebrakan.

“Pada akhirnya mereka berdua mampu mengimplementasikan, mampu merealisasikan apa yang menjadi visi dan misi,” ujarnya.

Ia menuturkan, selama ini Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang yang langsung terjun ke lapangan sangat positif untuk memotivasi para pegawai dan masyarakat Kota Serang dalam rangka Kota Serang yang lebih baik.

“Pernah satu contoh pernah mendengar dan melihat pak Wakil Wali Kota Serang turun langsung ke Terowongan Trondol, di situ melakukan perbaikan drainase,” katanya.

Ia mendorong Pemkot Serang segera melakukan penyegaran di tubuh OPD. Ia khawatir pegawai jenuh jika terlalu lama menjabat pada satu OPD tertentu.

“Kami khawatir pimpinan OPD yang terlalu lama menempati OPD tertentu itu juga bukan saja ini akan mengalami kejenuhan, tapi juga akan mematikan terhadap pimpinan OPD tersebut,” ujarnya. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here