Program 100 Hari Dinilai Gagal, Syafrudin Salahkan Warisan Masa Lalu

Syafrudin, Wali Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Wali Kota Serang Syafrudin menyalahkan warisan masa lalu yang membuat program 100 hari yang dicanangkannya sulit direalisasikan. Meski demikian, pasangan yang dikenal dnegan tagline “Aje Kendor” tersebut akan tetap bekerja sesuai dengan visi dan misi yang telah dijanjikan.

Hal itu dikatakan Syafrudin, Jumat (6/12/2019), menanggapi aksi mahasiswa yang menyegel kantor Wali Kota Serang, Kamis (5/12/2019). Para mahasiswa menilai, Aje Kendor gagal dalam memimpin Kota Serang. Sebab, banyak janji mereka yang belum terpenuhi selama satu tahun ini.

“Sulitnya merealisasikan program 100 hari kerja, karena anggaran yang ada merupakan warisan dari pemerintahan sebelumnya. Anggaran pada 2018 itu sudah diketok duluan. Jadi, kami hanya menjalankan program yang sudah disusun. Perubahan pun tidak memungkinkan,” katanya.

Baca Juga : Syafrudin-Subadri Dianggap tak Mampu Bawa Kemajuan, Puspemkot Serang ”Disegel”

Meski banyak kritikan dan pernyataan tentang pemerintahannya saat ini kurang maksimal, namun dirinya akan tetap bekerja sesuai dengan visi dan misi.

“Kami akan tetap bekerja. Artinya sesuai dengan visi-misi kami. Adapun kekurangan dari kerja kami, namanya juga manusia. Kami tetap pada target kami, yaitu visi yang pernah kami sampaikan,” tuturnya.

Bahkan, Syafrudin berencana untuk mengundang mahasiswa dalam rapat evaluasi satu tahun kepemimpinannya. Tujuannya, agar mahasiswa dapat mengetahui dan berpendapat terkait kekurangan dalam pembangunan Kota Serang. Dengan demikian, diharapkan seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa bisa jalan beriringan.

Dia berharap, segala kritik dan keluhan disampaikan secara langsung kepada dirinya. Sehingga tidak ada keributan dan hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Kritik maupun saran merupakan hal yang wajar dilakukan. Bahkan, saya merasa senang karena diperhatikan oleh masyarakat, khususnya mahasiswa. Saya kira memang harus ada duduk bareng antara pemkot dengan mahasiswa. Agar nanti kritik tersebut dapat menjadi kajian kami agar lebih baik lagi dalam melakukan pembangunan,” katanya.

Dia menganggap, kritikan para mahasiswa itu sebagai semangat atau pemantik bagi Pemkot Serang untuk lebih baik ke depannya.

“Artinya, kritikan ini merupakan kritikan yang membangun. Kalau mahasiswa menganggap kerja pemkot tidak tercapai, memang belum. Tapi sudah ada progres,” tuturnya. (Rizki Putri/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here