Prasasti Muruy, Batu Bertuliskan Kaligrafi

Prasasti Muruy merupakan sebuah batu yang memiliki aksara arab berjenis kaligrafi. Prasasti ini berlokasi di Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Dilihat dari bentuknya, batu ini berukuran kurang lebih 140 sentimeter dengan lebar kurang lebih 200 sentimeter.

Secara kasat mata, tulisan Arab dalam batu dibaca Athal haman khomsatun anabu sahra al-sanatun atau 1161 Hihiryah. Diduga tahun Hijiriyah yang menyertai tulisan arab menjadi tahun tulisan tersebut dibuat. Apabila dihitung ke dalam tahun Masehi, maka diperkirakan sekitar tahun 1741 Masehi.

Menurut Direktur Banten Heritage, Dadan Sujana, jika hubungkan dengan kesultanan Banten, tahun 1471 Masehi itu menjadi masa kekuasaan Muhammad Syifa Zaenal Arifin. “Setiap peninggalan sejarah memiliki misteri masa lalu dan makna untuk kita,” katanya saat dihubungi Kabar Banten, Kamis (13/7/2017).

Dari beberapa sumber, terdapat kepercayaan yang menyatakan bahwa tulisan arab tersebut dibuat oleh putera Nyi Kamilah (seorang ibu yang tinggal dekat Kesultanan Banten). Nyi Kamilah dikabarkan kabur untuk menghindari serangan Belanda waktu itu. Nyi Kamilah kabur membawa dua puteranya ke sebuah daerah yang saat ini dikenal dengan nama Desa Muruy di Pandeglang.

Nyi Kamilah menetap dan merawat anak-anaknya hingga dewasa. Saat sudah dewasa, kedua puteranya pamit untuk kembali ke Kesultanan Banten.  Kepergian kedua puteranya yang belum diketahui namanya itu bertujuan menyelamatkan Kesultanan Banten agar kembali merasakan kejayaan setelah dihantam oleh penjajah Belanda. “Untuk mengembalikan kejayaan dan melepaskan Banten dari tangan penjajah yang saat Belanda,” katanya.

Sesaat sebelum pergi itulah keduanya menuliskan sebuah kalimat dalam batu. Karena tulisan itulah batu tersebut kemudian dikenal dengan Prasasti Muruy. Nama muruy diambil dari desa dimana batu tersebut berada.  Prasasti ini telah menjadi benda cagar budaya yang dilindungi Pemerintah Provinsi Banten. Keunikan dan nilai sejarahnya yang tinggi membuat batu ini banyak dikunjungi oleh masyarakat, baik dari Kabupaten Pandeglang ataupun masyarakat yang datang dari luar Kabupaten Pandeglang. (Sutisna/”KB”)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here