Praktik Pungli Hambat Kemajuan Daerah

LEBAK, (KB).- Praktik pungutan liar (Pungli) menjadi salah satu faktor penghambat kemajuan daerah. Karena, pungli bisa membuat investor untuk berinvestasi di daerah, sehingga praktik pungli harus diberantas dan dicegah.

Hal tersebut disampaikan, Ketua Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Lebak, Kompol Wendi Arianto saat menggelar sosialisasi di aula Pondok Bageudur Desa Sukamanah Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak, Senin (15/7/2019).

Sosialisasi juga dihadiri, Kepala Inspektorat Kabupaten Lebak, Jakson Nainggolan, Camat dan Kepala Desa (Kades) dengan tema “Ada Pungli Laporkan” sebagai upaya pencegahan diantaranya terhadap investor yang akan berinvestasi.

Kompol Wendi Arianto yang merupakan Wakil kapolres (Wakapolres) Lebak ini mengatakan, pungli menjadi buah bibir baik tingkat atas maupun bawah. Pungli sebagai salah satu penghambat investor yang akan berinvestasi yang akan menghambat kemajuan daerah. Oleh karenannya, pungli harus diberantas dan di cegah.

“Satgas saber pungli merupakan gabungan beberapa unsur yang didalamnya instansi dan institusi, Polri, TNI, Inspektorat dan elemen lainnya,” kata Wendi Arianto.

Salah satu narasumber acara tersebut, Ipda Asep Gundara memaparkan, tugas saber pungli yakni melaksanakan pemberantasan pungli secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan personil, satuan kerja dan sarana prasarana baik kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah.

“Ada empat fungsi saber pungli, yaitu Intelijen, pencegahan, penindakan dan yustisi, adapun sasaran utamanya ialah sentra pelayanan publik,” tuturnya.

Sementara, salah seorang tokoh muda Malingping, Nirwan Kosasih menyambut baik kegiatan sosialisasi saber pungli diwilayah Selatan Lebak. Menurutnya, wilayah selatan Lebak dengan beragam potensi memungkinkan banyaknya investor yang akan masuk untuk berinvestasi.

“Apalagi, di Lebak selatan ada sejumlah Proyek Strategis Nasional, salah satunya pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT),” katanya.

Awasi spekulan SUTT

Dalam proses pembangunan jaringan SUTT, lanjut, Nurwan, ramai dibicarakan kehadiran spekulan yang terkesan berkolaborasi dengan oknum aparat pemerintahan didesa.

Karena itu, Ia berharap, Saber Pungli melakukan penyelidikan terhadap desa-desa yang terlintasi jalur SUTT sebab banyak warga yang berteriak karena diduga terjebak spekulan.

“Tentu saja jika ada oknum pejabat didesa maupun pejabat terkait yang diduga bermain dengan spekulan agar diusut tuntas,” ujarnya. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here