Pra-PON Tenis Lapangan, Pelti Banten Siapkan 10 Petenis

SERANG, (KB).- Pengprov Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Banten menyiapkan 10 petenis terbaik Banten yang akan dipersiapkan untuk menghadapi babak Prakualifikasi PON Agustus 2019 mendatang di Palembang. Petenis tersebut, terdiri dari 5 atlet putra dan 5 atlet putri.

Ketua Pengprov Banten Pipin Samsul Arifin mengatakan, pihaknya sudah melakukan latihan sejak Januari lalu. 10 petenis lapangan Banten melakukan latihan di klub masing-masing dengan pengawasan dari pelatih Purwoko.

“Kami masih lakukan latihan desentralisasi terkait anggaran, tapi kami yakin atlet lebih terprogram latihannya di klub masing-masing ketimbang latihan sentralisasi,” katanya.

Alasan lain petenis Banten tidak bisa berlatih secara sentralisasi sejak awal Pelatda, karena masing-masing mengikuti seri kejuaraan tenis nasional bersama klub. Sehingga, sulit mencari waktu yang pas untuk bisa berlatih bersama.

Pipin yang juga pejabat di Pemkab Tangerang tersebut, melanjutkan sesuai dengan anggaran yang ada, nantinya kesepuluh atlet tenis lapangan Banten akan menjalani sentralisasi. Dalam program latihan yang telah disusun petenis Banten akan melakukan program latihan secara sentralisasi selama satu sampai dua bulan.

“Dari program yang disusun rencananya akhir pekan ini kami akan menggelar latihan bersama. Program ini akan sering dilakukan untuk memantapkan kemampuan atlet,” ujarnya.

Lebih jauh terkait target yang dicanangkan KONI Banten untuk atlet yang bisa berlaga pada PON XX/2020 di Papua, yakni di posisi tiga besar. Ia optimistis, petenis Banten akan mampu menembus persaingan tersebut.

Secara khusus pria kurus tersebut menilai, kans besar Banten ada di kategori putra, khususnya di nomor tunggal dan ganda. Untuk tunggal Banten mengandalkan petenis Dimas Kolopita, sementara di ganda Banten mengandalkan petenis senior Sebastian da Costa.

Lebih jauh diungkap Anto Suwanto, offisial tenis Banten, meski telah menetapkan 10 petenis, namun Pengprov Pelti Banten masih melakukan seleksi dan menerapkan promosi dan degradasi sebelum Pra-PON digelar. Hal tersebut dimaksudkan, agar kekuatan petenis Banten yang berlaga di Pra-PON, adalah yang terbaik dari yang terbaik.

“Kami pakai promosi dan degradasi, siapa yang mampu menunjukkan kemampuan terbaik itu yang akan kami usung di Pra-PON. Karena, target 3 besar, ya harus ada kompetisi di antara petenis,” tuturnya. (YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here