Pra-PON Pencak Silat, Banten di Zona Neraka

SERANG, (KB).- Langkah pesilat Banten menuju Pekan Olah raga Nasional (PON) Papua 2020 tidak akan mudah. Sebab dalam babak kualifikasi PON 2019, pesilat Banten berada di zona neraka. Sejumlah pesilat kenamaan dari Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim) dan Bali berada dalam satu grup dengan Banten.

“Ini yang jadi masalah, karena kami masuk zona neraka. Zona neraka ada Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur itu zona sangat keras (kompetitif),” ujar Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Banten, Ajat Sudrajat.

Ia menjelaskan, dalam pembagian grup Pra-PON 2019 Banten berada di grup 2. Di grup 1 diisi pesilat dari Sumatera, Daerah Khusus Ibu kota (DKI) Jakarta dan daerah lainnya. “Di zona 2 itu Banten sampai Bali dan Kalimantan,” kata Ajat.

Ia mengatakan alasan Banten berada di grup 2 dikarenakan daerah yang menjadi pesaing, memiliki pesilat-pesilat yang sudah masuk dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk Asian Games 2018. Bahkan di antaranya sudah ada yang berhasil menyabet medali emas Asian Games 2018.

“Disitu ada juara Asian Games yang akan ikut PON. Makanya kami enggak main-main dalam mempersiapkan atlet di Pra-PON,” ucap Ajat.

Ia mengatakan, meski berada di grup neraka, pesilat Banten harus tetap optimistis dalam berkompetisi di Pra-PON. Sebab, pesilat Banten harus yakin dengan kemampuan diri sendiri, tak perlu gentar dengan nama besar atlet. “Tidak ada yang tidak mungkin, semua harus percaya bisa lolos,” kata Ajat.

Pada PON Jabar 2016, Banten berhasil meloloskan 3 atletnya. Dari ketiga atlet tersebut hanya satu atlet atas nama Deni yang berhasil mempersembahkan medali perunggu.

“Di PON kemarin dapat perunggu. Di tahun 2014 kami meloloskan sekitar 7 sampai 8 orang tapi yang lolos dan masuk PJP 3 orang. Sekarang ini yang masuk pantauan ada 3 orang, ketiganya kita bina selama 2 tahun. Ke depan prestasinya harus meningkat (dari PON Jabar),” tutur Ajat. (FI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here