Sabtu, 23 Februari 2019

Pra-PON Muaythai, Banten Ajukan Tuan Rumah

SERANG, (KB).- Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) siap menjadi tuan rumah kualifikasi Pekan Olah raga Nasional (PON) 2019. Sebagai bentuk keseriusan mereka, Pengprov MI Banten mengirim surat ke Pengurus Besar (PB) MI.

“Insya Allah jadi ngirim surat ke PB. Kami siap untuk jadi tuan rumah pra PON Muaythai 2019,” ujar Ketua Roni Alfanto, Ahad (13/1/2019).

Ia mengatakan, keuntungan yang didapatkan jika Banten menjadi tuan rumah, di antaranya atlet bertanding lebih bersemangat karena berlaga di kandang sendiri. Selain itu juga dukungan suporter dapat menjadi energi tambahan atlet.

“Keuntungannya kalau bertanding di tempat sendiri akan menjadi semangat tambahan atlet. Kalau bertanding dan yang nonton orang Banten semua, secara tidak langsung telah memengaruhi mental dan permainan atlet,” kata Roni.

Ia menjelaskan, untuk memuluskan menjadi tuan rumah Pengprov MI Banten akan berkoordinasi dengan KONI Banten. Sebab, sebagai tuan rumah Banten harus bisa mempersiapkan hal non teknis kepada atlet lain dan ofisialnya.

“Yang datangkan se-Indonesia (atlet). Kalau untuk tempat gampang itu nanti, di Kota Serang banyak hotel yang bisa dijadikan tempat menginap atlet dari luar Banten,” ucap Roni.

Ia mengatakan, terkait tempat pelaksanaan pertandingan sudah ada dua yang menjadi bayangan. Pertama di Gelanggang Remaja Ciceri, Kota Serang dan Alun-alun Kota Serang. Kedua tempat tersebut dianggap layak dan representatif menggelar pertandingan muaythai.

“Bisa di Ciceri, belakang Stadion Maulana Yusuf (Gelanggang Remaja) atau di alun-alun sekalian tempat terbuka,” tutur Roni.

Ia menjelaskan alasan dirinya ingin menjadi tuan rumah pra PON muaythai, karena ambisi meloloskan banyak atlet. Cabor muaythai, kata dia, merupakan cabor yang diharapkan banyak mempersembahkan medali untuk Banten. Mengingat atlet Banten sudah sering mempersembahkan prestasi di event kejuaraan nasional (kejurnas).

Ia menilai, pada babak kualifikasi nanti, Provinsi Papua, Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim) menjadi kompetitor yang sulit untuk dikalahkan. Oleh karena itu, semua atletnya diminta untuk fokus berlatih dan konsentrasi penuh saat bertanding di babak kualifikasi. “Kalau saingan dari Papua, Jabar dan Jatim. Tapi saya optimistis kita bisa (lolos),” ucap Roni.

Ia menuturkan, untuk mendapat tiket PON Papua 2020 atlet harus mampu menembus 8 besar kualifikasi PON. Namun untuk Banten hanya rangking tiga saja yang akan diberangkatkan ke PON Papua. “Kalau tiga besar kami siap dengan syarat dikasih TC (trainng center) mulai Febuari 2019,” tutur Roni. (FI)*


Sekilas Info

Perserang tak Ingin Terburu-buru Rekrut Pemain

Manajemen Perserang Serang membantah pasif di bursa transfer Liga 2 Indonesia musim 2019. Meski belum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *