Pra-PON Bola Tangan, ABTI Banten Bawa Dua Tim

Kontingen ABTI Banten berfoto bersama Ketua KONI Banten Rumiah saat pelepasan atletnya di Aula KONI Banten, Jumat (18/10/2019).*

SERANG, (KB).- Pada babak kualifikasi Pekan Olah raga Nasional (Pra-PON) Cabang olah raga (Cabor) bola tangan Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Banten membawa dua tim yang akan dilaksanakan di Purwokerto, Jawa Tengah, 20-24 Oktober 2019.

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) ABTI Hasreiza saat pelepasan kontingen Banten di Aula Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI), Jumat (18/10/2019). Hasreiza mengatakan, dua tim tersebut dari kategori putra dan putri, masing-masing 14 atlet.

“Kami akan berangkat Sabtu 19 Oktober, karena perjalanan melalui darat jadi cukup panjang. Sekalian dilepas oleh Ketua KONI Banten Ibu Rumiah,” katanya.

Ia menjelaskan, karena Pra-PON bola tangan itu sekaligus kejurnas dan cabor tim atau beregu, pihaknya membawa pula atlet cadangannya. Hal itu dilakukan guna memperoleh pengalaman setiap individunya.

“Kan di lapangan cabor bola tangan itu cuma dipertandingkan hanya kelas indoor saja. Maka dari itu, masing-masing kategori putra dan putri ke-14 biar kami lihat pula perputaran atlet yang bisa menyatu,” ujarnya kepada Kabar Banten.

Hasreiza mengatakan, ia menargetkan ABTI Banten dapat masuk peringkat tiga nasional. “Supaya kami bisa ke PON 2020 kami minimal harus masuk di 3 besar, karena memang itu target dari KONI Banten. Walaupun dari Pengurus Besar (PB) ABTI di 6 besar, sekarang sudah ada daftar Pra-PON 17 provinsi yang bisa menjadi 27 provinsi, karena PB ABTI yang bisa lolos 5 besar dan 1 untuk tuan rumah Papua,” ujarnya.

Ia mengaku, ABTI Banten masuk di dalam pool B, untuk putra bersama Kalimatan Timur dan Jawa Timur, sedangkan putri dengan Sumatera Barat dan Jawa Timur.

“Nanti dari setiap pool yang diambil juara pool dan runner up, baru bisa maju ke babak selanjutnya. Jadi ini semi kompetisi, kansnya untuk putri insya Allah bisa masuk juara 2 atau 3. Tapi kalau putra karena lawannya cukup berat, kita masuk ke 3 juga sudah syukur alhamdulillah,” tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo mengatakan, karena cabor bola tangan ini merupakan perdana diikutkan di PON Papua, yang sebelumnya di PON Jabar tidak ada. Rumiah berharap ABTI Banten bisa tembus tiga besar.

“Sebenarnya itu masuk tiga besar memang butuh perjuangan, tapi kami tetap optimistis bisa mengimbangi minimal, maksimalnya pasti bisa meloloskan. Karena kalau tidak masuk 3 besar, kami dari KONI Banten tidak bisa memberangkatkan ke PON 2020 Papua. Mudah-mudahan bisa lolos, karena saya lihat kondisi atletnya bugar-bugar,” ucapnya berharap. (Azzam/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here