PPK Segera Bayar Sisa Lahan 4 SDN Terdampak Tol Serang Panimbang

SERANG, (KB).- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan Tol Serang-Panimbang Temmy Saputra menyebutkan, surat rekomendasi pembayaran lahan sisa empat sekolah dasar negeri (SDN) terdampak Tol Serang-Panimbang akan keluar pada Senin (20/1/2020).

Setelah ada rekomendasi tersebut, pihaknya akan langsung melakukan appraisal dan pembayaran ganti rugi lahan. Ia menuturkan, berdasarkan informasi dari Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banten surat rekomendasi pembayaran akan keluar pada Senin (20/1/2020) dari Kepala Kanwil BPN Serang selaku Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T).

“Kami sudah komunikasi juga dengan pak Kepala Kanwil (BPN Serang), PPK Kementerian PU (Pekerjaan Umum), dan Pemkab Serang, bahwa empat SDN itu segera direlokasi,” katanya, Jumat (17/1/2020).

Ia menuturkan, ketika surat rekomendasi sudah keluar, pihaknya langsung melakukan appraisal ke lahan tersebut, kemudian segera dilakukan pembayaran dan diganti, sedangkan untuk lokasi penggantinya berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Serang.

“Yang pasti (lahan pengganti) di satu desa, sedangkan untuk pembanguann gedungnya masuk dari dana investasi PT Wika Serang-Panimbang,” ujarnya.

Ia berharap, permasalahan tersebut segera selesai. Sebab, untuk membangun SD juga memerlukan waktu yang lama.

“Proses lelangnya saja sampai satu bulan, desain konsultan juga, dan bangunan fisiknya sekitar enam bulan. Setidaknya sudah diputuskan akan direlokasi empat SDN itu juga kami sudah lega,” ucapnya.

Sementara, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, pada prinsipnya, dia berharap, sebelum Tol Serang-Panimbang beroperasi, empat SDN terdampak harus sudah dipindahkan. “Agar KBM (kegiatan belajar mengajar) tidak terganggu,” tuturnya.

Ia memastikan, saat ini sudah tidak ada lagi kendala pihak Kementerian PU untuk segera membangun empat gedung SDN yang terdampak tersebut. Sebab, untuk empat titik lahan pengganti sudah ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“Tempat relokasi sudah siap tinggal penetapannya. Penetapannya dari BPN belum, lambat appraisal-nya. Kami juga sudah berkirim surat ke Pemprov Banten,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here