Rabu, 26 September 2018

PPDB Online, Diskominfo Banten Kerahkan Tim Ahli

SERANG, (KB).- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Banten siap membantu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diskdikbud) untuk menyukseskan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Salah satunya dengan menyiapkan berbagai perangkat untuk mendukung pelaksanaan PPDB online.

Kesiapan tersebut disampaikan Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Diskominfo Provinsi Banten, Rosmawati. Ia menjelaskan, agar proses PPDB 2018 berjalan lancar, pihaknya telah menyiapkan sejumlah infrastruktur terkait penyiapan hardware, jaringan, server, dan bandwith. Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya permasalahan pelaksanaan online yang terjadi di tahun sebelumnya.

“Kami telah melakukan rapat koordinasi dengan beberapa instasi terkait persiapan PPDB Online 2018. Dalam rapat itu juga kami sertakan tenaga ahli bidang TIK dan Moratelindo selaku internet service provider maupun unsur instansi terkait,” katanya.

Sebagai leading sector dalam bidang teknologi informasi, ungkap dia, Diskominfo mempersiapkan infrastruktur untuk menyukseskan pelaksanaan PPDB online tersebut yang diselenggarakan Disdikbud Banten.

“Beberapa hal yang disiapkan, antara lain mempersiapkan server, mempersiapkan data center di dua tempat, yakni data center DKISP (Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian) dan CyberDC Jakarta. Untuk yang ketiga kami mempersiapkan akses bandwith,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga akan melakukan uji coba terhadap kemampuan kapasitas server dan infrastruktur yang dimiliki DKISP, dengan menggunakan aplikasi PPDB Online 2017 untuk memastikan kesiapan infrastruktur dalam penyeleggaraan PPDB Online 2018. Hal tersebut penting dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan permasalahan yang akan timbul ketika PPDB di-online-kan dan diakses secara langsung oleh masyarakat Banten.

“Berkaca pada PPDB Online 2017, di mana terjadi permasalahan teknis dalam penyelenggaraan PPDB secara online, kami berharap, PPDB online dalam sisi software dan hardware atau infrastruktur 2018 bisa lebih matang dalam perencanaan dan pelaksanaannya,” ucapnya.

Menurut dia, infrastruktur dan aplikasi merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan dan seringkali bergantung satu sama lain. Dukungan infrastuktur yang besar tidak akan maksimal jika aplikasinya tidak dapat memaksimalkan hardware yang disediakan. Begitu juga sebaliknya, sebaik apapun aplikasi apabila tanpa didukung hardware atau infrastruktur yang baik tidak dapat berjalan maksimal.

“Integrasi PPDB online antara Disdikbud dan DKISP merupakan contoh sinergitas lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam melaksanakan pembangunan Provinsi Banten. Kami berharap, seluruh aplikasi atau sistem informasi yang dikembangkan OPD dapat berintegrasi dan bersinergi dengan kami, agar pelaksanaan dan penerapan e-Government di Provinsi Banten dapat terwujud secara optimal,” tuturnya.

Seperti diketahui, sistem PPDB online telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy menegaskan, tidak akan segan-segan untuk memberikan sanksi kepada pejabat jika pelaksanaan PPDB Online 2018 kacau balau. Bahkan, dia juga sudah meminta kepada DKISP Banten untuk lebih memperiapkan diri. “Saya minta jangan ada kendala, jangan kaya tahun lalu. Pendaftaran kan bukan dari satu daerah saja, tapi delapan kabupaten/kota,” katanya.

Menurut dia, pada 2017 pihaknya sudah menanyakan persiapan PPDB. Namun, pada kenyataannya, proses pendaftaran menjadi kacau, karena bandwitch yang overload. “Saya berharap, tahun ini sudah siap semua mulai dari perbaikan hardware-nya sistemnya. Kalau masih ada masalah, saya tegur, evaluasi jelas (sanksi), karena itu (PPDB) merupakan pelayanan terhadap masyarakat dan telah dipersiapkan jauh-jauh hari,” ujarnya. (DE/TN)*


Sekilas Info

Lomba Film Dokumenter, Komunitas Arjuna Film Unpam Raih Juara I

SERANG,(KB).- Komunitas Arjuna Film Univeritas Pamulang (Unpam) Kota Tangerang Selatan berhasil merebut gelar juara I Lomba …

9 comments

  1. Bagaimana dengan hak pilihan sma/smk yg dibatasi hanya 1 pilihan dalam 1 zona ?? Kalo tahun lalu calon siswa /i yg ikut ppdb pada zona yang sama jika nilai akhir seleksinya di sekolahan pilihan pertama tidak terseleksi maka masih ada harapan disekolah pilihan ke dua untuk bisa lolos seleksi.tapi untuk tahun ini dengan pembatasan hanya 1 pilihan dalam 1 zona maka otomatis siswa / i tidak ada kesempatan lagi utk bisa bersekolah di sekolah negeri !! Aturan ini akan mempebeaar peluang untuk jual beli kursi, Tolong pikirkan dan antispasi hal ini , jangan korbankan anak2x yg sudah mati2x an belajar agar bisa bersekolah di sekolah negeri tapi di hentikan oleh aturan2x yg dibuat oleh orang2x yg ingin mendapatkan keuntungan dari aturan2x ini

  2. website ppdb online tidak bisa di akses sampai hari ini

  3. nyatanya juga th 2018 masih bermasalah , yah mungkin itu memang di buat sedemikian rupa sehingga para oknum oknum guru atau panitia penerimaan siswa baru bisa meraup ke untungan yg melimpah dengan adanya jual beli kursi,judulnya saja di percantik ,pendaftaran online nyatanya juga server error ,apa lagi di wilayah Banten, luar biasa, terus kalau sudah begini negara menuntut rakyatnya harus cerdas harus pintar,dari awalnya saja udah salah kok, mana reformasi mental.

  4. dan pada buktinya sidikit mienyusahkan

  5. kerahkan tim ahli apaan….hingga jelang sore hari ini tgl 21/06/2018 jam 15.21, ppdb.bantenprov.go.id masih blm bisa diakses, makin amburadul…..harusnya ada penjelasan dari pihak provinsi dalam menyikapi situasi spt ini, kalau memang belum siap jangan sesumbar lah….masa kesalahan sama spt tahun lalu keulang lagi….sangat memalukan dan mengecewakan

  6. Rahmat hidayat

    Ko saya sudh daftar berkali kali tpi gk bisa trus

  7. Seharusnya para pegawai di lingkungan pendidikan harus terbuka dan merasa ilmu nya tentang IT masih kurang dan menerima masukan walaupun dari anak muda sekalipun.. Logikanya setahun yang lalu jangan sampai terulang lagi hal yang sama

  8. Kok pake Moratelindo selaku internet service provider? Kenapa gak pake Telkom / Telkomsel / Biznet yang lebih berpengalaman dalam hal bandwidth. Moto Moratelindo : “Super fast & stable connection” hadeeeuh…mana buktinya? 2 hari ini aja masih error terus.

  9. Saya sudah akses ppdb.bantenprov.co.id dari tadi siang tgl 22 juni 2018 sampai dengan saat ini tgl 23 Juni 2018 jam 2.42 pagi belum bisa menyimpan (save) data calon siswa yaitu :
    1. Data Siswa : sudah diisi setelah itu klik disimpan namun aksesnya muter aja (loading) dari siang sd sekarang tapi tidak ada respon dari sistem servernya (istilahnya bandwith over load)
    2. Orang Tua : idem
    3. Alamat : idem
    4. Sekolah Tujuan : idem
    5. SKTM (Data KETM)
    6. Cetak formulir

    Mohon utk pihak terkait khususnya yg bertanggung jawab tim2x terkait yg mengimplementasikan infrastructur jaringan server yg lelet ini, segera action secara profesional memperbaiki & menyelesaikan kendala akses ppdb ini apakah secara teknisnya mungkin penambahan server lagi dan memperbasar bandwith dalam waktu cepat & tepat, karena waktu utk pendaftaran siswa sdh terbuang dlm 2 hari ini dan kondisi batasan waktu penutupan pendaftaran sd 27 Juni 2018.
    Kami mengharapkan supaya kecepatan akses ppdb Banten bisa lancar kembali sehingga semua siswa2x yg mendaftar & mengakses website atau server tdk terkendala lagii.
    Terima kasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *