PP Muhammadiyah Lantik Ahmad Amarullah Jadi Rektor UMT

Ketua Umum Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Lincolin Arsyad melantik Ahmad Amarullah sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, di Aula Kampus UMT, Rabu (17/7/2019).*

TANGERANG, (KB).- Ketua Umum Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Lincolin Arsyad melantik Ahmad Amarullah sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) di Aula Kampus UMT, Kawasan Pendidikan Cikokol, Kota Tangerang, Rabu (17/7/2019).

Ia mengatakan, pelantikan tersebut, berdasarkan surat keputusan (SK) PP Muhammadiyah Nomor: 179/KEP/1.0/D/2019 tentang jabatan Rektor UMT masa jabatan 2017-2021. Menurut dia, Ahmad Amarullah yang sebelumnya menjabat Wakil Rektor 1 UMT Bidang Akademik tersebut, menggantikan posisi almarhum Achmad Badawi, Rektor UMT yang berpulang pada Senin (3/6/2019).

“Beliau memang dari kriteria keilmuan pantas untuk rektor, karena bergelar doktor. Kedua, konvensi kalau rektor berhalangan tetap itu warek 1. Beliau juga memang disepakati oleh senat. Beliau pantas untuk jadi rektor,” katanya seusai pelantikan.

Dalam pelantikannya, Amarullah membacakan dan mendatangani naskah pelantikan jabatan Rektor UMT dihadapan Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Wakil Bupati Tangerang Romli serta para tamu undangan. Ia menceritakan sosok almarhum Ahmad Badawi yang dia anggap sebagai mentornya.

“Beliau (Achmad Badawi) mentor, orangtua saya yang kebetulan diwasiatkan oleh bapak saya. Saya selalu dituntun. Dari saya tidak tahu organisasi, sampai sekarang ini. Intinya dari anak kecil, saya diberdayakan,” ujarnya.

Selain itu, dia sempat menceritakan perjalanan UMT yang kini tumbuh pesat menjadi wadah untuk mengembangkan sumber daya manusia. Ia siap melanjutkan pembangunan UMT. “Kami siap gerakkan organisasi dengan semangat kebersamaan, semangat berjuang, semangat mendahulukan kepentingan organisasi daripada pribadi,” ucapnya.

Masuk 10 besar

Masih dikatakan Lincolin, bahwa UMT terpilih untuk masuk dalam nominasi 10 besar perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah. Menurut dia, masuknya UMT dalam nominasi tersebut, karena jumlah mahasiswanya yang mencapai 17.000.

“UMT kalau dari segi jumlah mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah 10 besar, karena yang lain-lain memang ada 30.000, 20.000, dan UMT sudah masuk,” tuturnya.

Namun begitu, dia mengungkapkan, jika dari sisi kualitas, UMT belum bisa dinominasikan. Maka, dia menyarankan, pihak UMT untuk mengembangkan kualitas kampusnya. “Makanya, saya katakan harus kerja keras, sistem tata kelolanya harus baik,” katanya.

Menurut dia, UMT sudah memasuki usia yang ke satu dasawarsa. Selama usia tersebut, UMT berkembang dengan pesat. Maka, perkembangan jumlah mahasiswa yang tinggi, juga jumlah 29 program studi (prodi), harus diiringi dengan sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola yang baik.

“UMT harus meningkatkan dan membenahi kualitas maupun kuantitas SDM, karena mahasiswa dan prodi yang banyak ini tidak bisa dikerjakan sambil lalu. Makanya, saya minta UMT ke Jogja untuk belajar sistem informasi keuangan, belajar pengembangan SDM bisa ke Solo,” ujarnya.

Sementara itu, setelah dilantik sebagai Rektor UMT, Amarullah akan melepas jabatannya sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data (PIAK-PD) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang.

“Pak wali kota dengan restunya sudah mengizinkan saya memimpin universitas dan tentu saya harus pada saatnya meninggalkan jabatan kabid di Disdukcapil,” ucapnya setelah dilantik jadi Rektor UMT diAula Kampus UMT, Cikokol, Kota Tangerang.

Menurut dia, permohonan alih fungsi jabatan harus dilakukan, karena tidak dapat membagi waktu tugas. “Kalau di pemerintahan, sebenarnya kan waktunya bisa diatur dari pagi sampai pukul 16.00 WIB. Tapi, di Muhammadiyah harus full dari pagi sampai malam, jadi saya harus tinggalkan,” tuturnya.

Ia mengatakan, dalam permohonan alih fungsi tersebut, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah telah mengizinkan. Lalu, pada Oktober 2019 yang bersamaan dengan kenaikan jabatannya menjadi eselon IVB, dia akan alih fungsi dengan bertugas di Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Saya tidak mengundurkan diri sebagai ASN (Aaparatur sipil negara), tapi saya alih fungsi ke Kemenristek sebagai dosen yang ditempatkan di UMT,” katanya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here