Minggu, 25 Februari 2018

Potensi Zakat Profesi Miliaran Rupiah

SERANG, (KB).- Pihak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang menilai, potensi zakat profesi di wilayahnya mencapai miliaran rupiah. Namun, dari jumlah tersebut, potensi zakat yang ada masih belum terserap secara maksimal.

Wakil Ketua II Baznas, Kabupaten Serang, Mahyudi mengatakan, orang yang dikenakan zakat profesi merupakan mereka yang sudah bekerja dan berpenghasilan di atas Rp 3,5 juta per bulan. Sesuai ketentuan, zakat yang dikeluarkan dari profesi tersebut sebesar 2,5 persen.

“Jika jumlah tersebut dikalikan ratusan ribu, maka akan ketemu angka miliaran per tahunnya. Namun, sampai saat ini potensi zakat profesi yang mencapai miliaran tersebut masih belum terserap. “Penyumbang (zakat) paling banyak itu dari industri,” katanya, Senin (30/10/2017).

Ia menuturkan, unit pengumpulan zakat (UPZ) yang ada di perusahaan juga saat ini masih belum berjalan optimal. Bahkan, dari ratusan perusahaan, UPZ yang terbentuk masih kurang dari 10 perusahaan jumlahnya. “Setorannya per bulan pun tidak sampai 100 persen,” ujarnya.

Menurut dia, minimnya UPZ di perusahaan, karena pihaknya masih kesulitan dalam membentuk UPZ di industri tersebut. Padahal, pihak Baznas sudah melakukan sosialisasi kepada perusahaan mengenai pentingnya membayar zakat. Namun, yang menjadi persoalan, masih banyak perusahaan yang khawatir ada permasalahan dengan karyawannya. “Kendalanya, pihak perusahaan khawatir ada permasalahan dengan karyawannya. Terus mereka menganggap tidak ada kepentingan,” ucapnya.

Ia mengatakan, perolehan zakat profesi di wilayahnya pada 2016 mencapai Rp 9,6 miliar. Angka yang terkumpul tersebut, kemudian didistribusikan untuk berbagai keperluan, seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), beasiswa pendidikan, dan kegiatan sosial lainnya.  Menurut dia, angka yang terkumpul tersebut masih belum maksimal jika dibandingkan dengan potensi yang ada. “Angkanya belum seberapa kalau kami hitung dengan potensi zakat yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Muhamad Novi mengatakan, perihal membayar zakat profesi merupakan kesadaran bagi masing-masing orang. Akan tetapi, jika pembayaran zakat tersebut berjalan optimal dan bisa teralokasikan dengan baik, maka tentu akan membantu pembangunan di Kabupaten Serang. “Saya harap, para karyawan dapat sadar untuk membayar zakatnya,” katanya. (DN)***


Sekilas Info

Warga Keluhkan Kondisi Gedung Madrasah

SERANG, (KB).- Warga di sejumlah desa di Kabupaten Serang mengeluhkan kondisi bangunan gedung madrasah diniyah yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *