Potensi Zakat ASN Pemprov Banten Belum Terserap

SERANG, (KB).- Potensi zakat dari aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten sebesar Rp 38 miliar belum terserap. Hal tersebut disebabkan belum ada peraturan daerah (perda) yang mewajibkan para pegawai menunaikan zakat melalui Baznas Provinsi Banten.

Kepala Biro Kesra Setda Banten, Irvan Santosa menuturkan, potensi zakat dari ASN Pemprov Banten tersebut berdasarkan hasil penghitungan pada 2017.

“Kami sudah menghitung apabila ASN pemprov menunaikan zakat 2,5 persen dari pendapatan dalam hal ini gaji dan tunjangan kinerja. Dengan data di tahun 2017 itu, maka pengumpulan zakatnya bisa mencapai Rp 38 miliar. Itu kan potensi,” katanya.

Potensi tersebut cukup besar jika terserap seluruhnya oleh Baznas Provinsi Banten. Untuk mendorongnya, pihaknya akan mempersiapkan mekanisme pengumpulan dana zakat dari ASN Pemprov Banten. Mekanismenya sendiri rencananya dimasukkan dalam perda zakat.

“Hal sangat bisa masuk adalah di perda. Kalau perda kan ada kesepakatan politik antara eksekutif dan legislatif untuk memungut dana zakat. Nah itulah sedang akan kami siapkan bersama dengan Kanwil Kementerian Agama dan Baznas Provinsi Banten,” ujarnya.

Menurut dia, rencana tersebut tepat mengingat perda zakat pada 2004 perlu direvisi, karena sudah tidak relevan lagi dengan aturan di atasnya. “Perda zakat juga sudah terlalu lama, sudah tidak sesuai lagi. Undang-undang sudah ganti, perda tahun 2004 harus sudah ganti. Karena, sudah undang- undang baru terkait dengan zakat,” ucapnya.

Meski begitu, tutur dia, sebelum memasukkan mekanisme pengumpul zakat dalam perda, pihaknya akan terlebih dahulu berkonsultasi dengan Gubernur Banten dan seluruh OPD di Lingkungan Pemprov Banten.

“Kemarin, sebenarnya sudah konsep pengumpulan zakat dari ASN, cuma memang masih belum operasional. Saya inginnya lebih operasional, misalnya siapa yang dikenakan, ke mana setornya. Nah itu harus atur dalam perda, supaya kami lebih enak,” tuturnya.

Kepala Baznas Provinsi Banten, Prof Suparman Usman menuturkan, pengumpulan zakat melalui Baznas Provinsi Banten terus mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut, terlihat dari pengumpulan zakat sebesar Rp 6 miliar lebih pada 2017 menjadi Rp 7 miliar lebih pada 2018 periode sampai akhir November. “Kami prediksi targetnya kami ingin Rp 8 miliar sampai Rp 9 miliar untuk tahun ini,” katanya.

Ia mengungkapkan, pengumpulan zakat pada dua tahun terakhir meningkat signifikan dibanding periode awal Baznas Provinsi Banten berdiri. “Pada tahun 2003 itu, kami hanya mampu mengumpulkan Rp 154 juta. Kemudian, pada perkembangan 3 tahun terakhir Baznas Banten, tahun 2016 terkumpul Rp 3 miliar sekian,” ujarnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here