Kamis, 15 November 2018

Potensi Cikeusal Jadi Pariwisata

Sebuah kebanggaan bagi setiap individu jika kampung halamannya menjadi sebuah tempat destinasi wisata. Bagaimana tidak, menjadi daerah yang populer dan memiliki beragam potensi sumber daya alam yang dikelola dengan baik merupakan sebuah anugerah dan keberkahan dari Tuhan.

Sebuah daerah biasanya akan menjadi terkenal dengan memiliki ciri khas tertentu, baik itu dari tradisinya, kemajuan teknologinya, ataupun dari objek wisatanya. Setiap daerah menyimpan beragam potensi yang dapat ditumbuhkembangkan untuk kemajuan masyarakatnya baik itu dari sumber daya alam maupun sumber daya manusiannya.

Harus diakui memang selama ini banyak potensi di setiap daerah yang tidak tergarap dengan baik karena kurang mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah setempat sehingga menjadi daerah yang terbelakang.

Cikeusal adalah salah satu daerah yang dulu kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah sehingga menjadi daerah yang terbelakang dan tidak memiliki kemajuan di bidang apapun. Daerah yang terkenal dengan pusat buah rambutan ini adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Kecamatan Cikeusal ini memiliki 17 desa atau kelurahan yang terdiri dari Desa Bantar Panjang, Cilayang, Cilayang Guha, Cimaung, Dahu, Gandayasa, Harundang, Katulisan, Mongpok, Panosogan, Panyabrangan, Sukamaju, Sukamenak, Sukaraja, Sukarame, dan Sukaratu serta Desa Cikeusal yang menjadi pusat ibukota dari Kecamatan Cikeusal.

Kondisi Cikeusal pun dulu sangat memprihatinkan, mulai dari infrastrukur yang buruk seperti akses jalan rayanya yang rusak hingga kondisi masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan kurangnya pendidikan moral bagi para remaja Cikeusal dalam lingkungan masyarakat. Selain itu, Cikeusal pun terkenal dengan daerahnya para ‘jawara’ yang memiliki stigma negatif dalam pandangan masyarakat umum.

Cukup tingginya tingkat kriminalitas di daerah ini, juga menjadi catatan negatif yang harus dihapuskan. Terbukti dengan adanya kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh seorang siswa sebagai pelaku utama yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas dengan motif cinta yang ditolak, pada Kamis 16 November 2017 yang lalu.

Tidak hanya itu, kurangnya pengelolaan sumber daya alam yang semestinya dijadikan sebagai objek wisata pun menambah catatan penting yang menjadi faktor terbelakangnya daerah ini.

Namun seiring berjalannya waktu, Cikeusal pun kini mengalami kemajuan yang cukup pesat. Adanya objek wisata baru berupa sebuah taman dengan nama ‘Taman Mahkota Ratu’ yang dikelola secara swadaya di tengah lahan persawahan yang berada di Desa Sukaratu, Kecamatan Cikeusal ini sudah diresmikan sejak Selasa, 15 Mei 2018 lalu.

Taman ini menyuguhkan berbagai macam pemandangan indah yang dikemas sedemikian unik dan menarik serta kekinian sehingga menjadi spot favorit untuk ber-selfie bagi para pengunjung khususnya bagi kalangan muda saat ini. Objek wisata ini, tidak hanya menyuguhkan taman yang indah saja tapi juga difasilitasi dengan warung makan dan taman baca untuk para pengunjung.

Kemajuan dalam bidang pariwisata di daerah ini pun dapat diseimbangkan dengan pembangunan infrastruktur seperti akses jalan raya yang kini mulai diperbaiki. Hal itu memudahkan para pengunjung untuk menuju objek wisata tersebut dan khususnya memudahkan pula bagi warga Cikeusal dalam beraktivitas.

Tidak hanya itu, Cikeusal pun terdapat wisata alam ‘Goa Cilayang’ yang berada di Desa Cilayang, Kecamatan Cikeusal. Objek wisata ‘Goa Cilayang’ ini memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Di dalamnya terdapat banyak kelelawar hitam dan sebagian penduduknya menganggap tempat ini cukup keramat. Jika ingin mendapatkan suasana yang berbeda maka berkunjung ke goa ini bisa menjadi pilihan yang tepat.

Namun sayangnya, objek wisata alam ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah sehingga kondisinya tidak terawat dengan baik dan sulit dijangkau karena akses jalan menuju tempat wisata ini kurang baik serta tidak dikembangkan menjadi objek wisata yang mampu membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar.

Namun tidak cukup hanya sekedar taman dan wisata alamnya saja yang menjadi destinasi wisata di daerah Cikeusal ini, karena masih banyak potensi lain yang Cikeusal miliki. Untuk menjadi daerah pariwisata, Cikeusal harus memiliki ciri khas khusus yang akan menjadi brand sebagai nilai jual yang tinggi.

Salah satunya dilihat dari sektor perkebunannya, Cikeusal terkenal dengan daerah pusat perkebunan buah rambutan, dimana setiap tahun di musim panennya wilayah ini menjadi sorotan bagi para pecinta rambutan. Tidak hanya itu, Cikeusal juga menjadi salah satu wilayah penghasil buah-buahan lokal yang cukup banyak. Seperti buah kecapi, dukuh, menteng, pesitan, nangka, jambu air dan buah huni.

Buah-buahan yang sudah jarang sekali ditemukan di pusat perkotaan seharusnya dijadikan sebagai peluang untuk menjadikan Cikeusal sebagai sentral perkebunan buah-buahan lokal. Tentu hal itu harus mendapat pengelolaan dan kerjasama yang baik antara masyarakat dengan pemerintah setempat untuk dijadikan sebagai objek wisata menarik yang bersifat edukasi dalam bidang pertanian serta untuk menjaga eksistensi buah-buahan lokal asli Indonesia. Dengan begitu, Cikeusal akan memiliki ciri khas sebagai daerah sentral buah-buahan lokal.

Dari beberapa potensi yang disebutkan tadi, telah menjadi bukti bahwa Cikeusal berpotensi besar menjadi tempat tujuan pariwisata yang mampu menjadi sorotan baik dalam kacamata masyarakat serta mampu membangkitkan perekonomian masyarakat.

Pada dasarnya semua daerah pasti menyimpan banyak potensi yang tesembunyi dan desa menjadi salah satu wilayah yang harus dipandang secara modern sebagai daerah utama pembangunan ekonomi, desa sebagai daerah tujuan wisata, ranah home industry dan mikro industry serta sebagai pemasok sumber daya manusia terlatih untuk menjadi aset dalam kemajuan bangsa.

Oleh karena itu, Cikeusal harus mampu mengembangkan potensinya berdasarkan ragam sumber daya yang dimilikinya. Sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah setempat untuk mengembangkan dan membangun serta memfasilitasi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dengan membangun potensi ekonomi lokal, pembangunan sarana dan prasarana desa, pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan, serta mampu mengembangkan potensi sumber daya manusia terutama generasi mudanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas hidup manusia serta mengatasi kemiskinan di Cikeusal. Hal itu pun harus disertai dengan dukungan masyarakat Cikeusal dengan kesadaran untuk memajukan Cikeusal sebagai daerah yang maju dan modern. (Irmawati/Pengamat Pariwisata)*


Sekilas Info

Panen Garam di Empang Bandeng

Sejak saya kecil, Kampung/Desa Domas, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang terkenal sebagai penghasil ikan Bandeng. Rasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *