Posyantek di Kota Cilegon Dapat Kucuran Dana Rp 40 Juta

CILEGON, (KB).- Pos Pelayanan Terpadu Tekhnologi (Posyantek) di setiap kelurahan di Kota Cilegon mendapat kucuran dana sebesar Rp 40 juta. Dana tersebut, termuat dalam anggaran Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPW Kel) Tahun 2019.

Kepala Seksi Teknologi Tepat Guna (TTG) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Dien Ras mengatakan, anggaran Posyantek diberikan , agar bisa menciptakan alat teknologi tepat guna (TTG) yang bisa tepat dan bermanfaat.

”Hari ini (kemarin), kami lakukan bintek (bimbingan teknik) untuk para pengurus Posyantek, sehingga nantinya ada bekal dan alat bisa digunakan untuk proses produksi yang lebih baik,” katanya, Selasa (12/3/2019).

Ia menuturkan, pengembangan alat TTG, agar dapat meningkatkan ekonomi warga dan bermanfaat. Selain itu, ujar dia, pengurus Posyantek harus bisa menggali potensi perekonomian lokal yang berkembang di masyarakat, sehingga penciptaan alat bisa mendukung proses produksi lebih baik.

“Pemanfaatan TTG sebagai salah satu penunjang peningkatan ekonomi warga sangat diperlukan, sehingga tidak bergantung dan satu sama lain saling membutuhkan. Apalagi selama ini, warga cenderung proaktif dalam melakukan pengembangan alat TTG,” ucapnya.

Pelatihan yang dilakukan hari ini (kemarin) diharapkan benar-benar menjadi bekal, sehingga anggaran yang digunakan bisa tepat sasaran. Baik dalam pembuatan alat dan pelatihan yang dibuat untuk binaan Posyantek-nya.

“Ini harus tepat, jangan sampai anggaran yang cukup besar ini terbuang percuma. Dengan demikian, sasaran target yang dicapai akan mengena,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Masyarakat (PM) Dinsos Kota Cilegon Sukroni menuturkan, bintek tersebut, juga dalam rangka melakukan penguatan kelembagaan seperti kepengurusan. Karena, kata dia, dalam Permendes sekarang Posyantek harus ada sampai tingkat kelurahan.

“Kami juga ingin memastikan jika pengurus Posyantek sudah ada dan administrasinya berjalan, sebab sekarang Posyantek itu adanya di desa atau kelurahan,” ujarnya.

Ke depannya berbagai alat bantuan tidak lagi diberikan kepada kelurahan atau kelompok warga, namun Posyantek yang akan menerima asetnya dan diinventarisir, sehingga bisa memastikan alat tersebut terpakai secara baik dan dari sisi pengawasan juga bisa lebih efektif.

“Nanti jika ada bantuan alat, pengurus Posyantek yang menerima dan mencatatnya, sehingga bisa terkontrol dan perawatan bisa dilakukan,” tuturnya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here