Selasa, 25 September 2018

Popon Mia Aupikoh, Mahasiswa Unbaja Menangkan Kompetisi Lawatan Museum Negeri Banten

Mahasiswa Jurusan Teknik Universitas Banten Jaya (Unbaja) Popon Mia Aupikoh memenangkan kompetisi Lawatan Museum 2018 untuk kategori mahasiswa. Karya tulis yang dibuat Popon berjudul “Upaya Peningkatan Museum Banten sebagai Tujuan Wisata bagi Wisatawan Lokal maupun Mancanegara” menyingkirkan sejumlah peserta lain.

Diketahui, Museum Negeri Banten mengajak warga di Provinsi Banten untuk mengikuti lawatan Museum 2018 yaitu dengan mengunjungi berbagai tempat bersejarah, cagar budaya dan museum yang ada di Jawa Tengah. Lawatan ini merupakan agenda dari Museum Negeri Provinsi Banten, dimana para calon peserta diwajibkan untuk membuat karya tulis dengan tema “Museum”. Karya tulis tersebut sebagai syarat mutlak yang harus diserahkan calon peserta Lawatan Museum 2018 yang akan dinilai oleh juri independen.

Popon yang masih kuliah Semester 7 menjadi salah satu dari 50 peserta yang berhasil menjadi peserta lawatan. Dalam karya tulisnya, Popon menuliskan museum di Provinsi Banten diharapkan dapat menjadi lebih baik. Dengan menjadikan museum sebagai sarana dan sumber informasi mengenai peradaban dan sejarah Banten.

Dalam karya tulisnya Popon berharap, pengelolaan museum dapat lebih profesional dengan ditunjang oleh informasi yang memadai mengenai museum Banten. Sarana dan prasarana umum di area museum perlu lebih ditingkatkan dan ditunjang pemeliharaan yang berkelanjutan sehingga museum Negeri Banten khususnya dapat menjadi tujuan wisata favorit wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Menurut mahasiswi kelahiran Pandeglang, 15 april 1998, untuk dapat menjadikan museum menjadi tujuan wisata bagi wisatawan diperlukan peran serta dari semua pihak terutama pihak-pihak yang secara langsung mengelola museum. Ia mengatakan Dinas Pariwisata Provinsi Banten diharapkan dapat lebih menghidupkan kembali fungsi utama dari museum yaitu sebagai sarana pembelajaran dan informasi tentang sejarah di Banten.

Demikian halnya Dinas Pendidikan Provinsi Banten, ujar dia, harus mencantumkan berbagai materi mengenai museum lokal yang ada di Provinsi Banten. Oleh karena itu, kata dia, secara tidak langsung generasi muda provinsi Banten mengenal sejarah di wilayahnya.

Demikian pula halnya, kata anak pertama dari tiga bersaudara ini, setiap sekolah dapat mewajibkan siswa untuk melakukan field trip dari masing-masing sekolah yang ada di bawah naungan Dinas Pendidikan provinsi Banten serta peran serta dari masyarakat secara umum dengan tetap melestarikan peninggalan sejarah provinsi Banten yang ada di museum tersebut, serta senantiasa memviralkan informasi mengenai museum yang ada di Banten dengan melalui akun-akun media sosialnya.

“Cita-cita saya ingin menjadi dosen dan ingin jadi pengusaha yang menciptakan peluang kerja untuk masyarakat serta menjadi manusia yang bisa berguna untuk orang lain”, ujar Popon sambil merapikan kerudung dan kacamatanya. (KO/MH)*


Sekilas Info

SMP Terpadu AL Qudwah Resmikan Saung Literasi

LEBAK, (KB).- Untuk memfasilitasi semangat literasi siswa, SMP Terpadu Al Qudwah Lebak meresmikan Saung Literasi, Senin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *