Ponpes Didorong Miliki Kebun Sehat

Pimpinan pusat Muslimat Nahdlatul Ulama bersama Dinas Kesehatan Provinsi Banten, mendorong pembuatan kebun sehat di lingkungan pondok pesantren yang ada di Pandeglang. Sebab, dengan adanya kebun sehat, para penghuni ponpes tidak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Ketua VII Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Hj. Erna Yulia Soefihara mengatakan, pihaknya memberikan dana stimulan untuk pondok pesantren agar bisa membuat kebun sehat di lingkungan pondok pesantren.

”Kita menginginkan stigma pondok pesantren terkesan kumuh dan kumel itu diubah dengan cara seperti apa. Salah satunya dengan cara menerapkan gerakan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu juga harus bisa memanfaatkan pekarangan ponpes untuk bisa menanam pohon yang bermanfaat, tentunya dengan berkebun sehat,” kata Erna kepada Kabar Banten di Ponpes Al-Falah Keraton Kecamatan Majasari, Kamis (22/8/2019).

Menurut dia, dengan adanya kebun sehat tersebut diharapkan bisa memberikan manfaat, dalam rangka menggalakan PHBS khususnya laskar peduli germas dan pencegahan stunting.

”Tentu dengan adanya kebun sehat ini, tinggal bagaimana penerapan PHBS-nya, bagi santri yang ada di sini. Saya berharap nanti seluruh laskar peduli germas dan pencegahan stunting bisa terus bergerak. Ini menjadi percontohan saja, bahwa inilah sebagai salah satu upaya yang dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Promkes Dinas Kesehatan Provinsi Banten Mahmud menuturkan, dirinya menilai dengan kesadaran PHBS di kalangan pondok pesantren sudah tumbuh. Hanya saja, kata dia, tinggal menerapkan pemanfaatan lahan untuk dijadikan kebun sehat.

”Kalau dilihat dari infrastruktur yang ada sebetulnya ini sudah bisa disebut relatif sehat. Tetapi apalah artinya, kalau warga pesantren itu sendiri tidak ada upaya menjaga merawat dan mengembangkan lagi lahan-lahan untuk dijadikan kebun sehat,” ucapnya.

Untuk itu, kata dia, Dinas Kesehatan Provinsi Banten bersama PP Muslimat NU memberikan bantuan pengembangan kebun sehat agar kebutuhan buah dan sayur di lingkungan ponpes bisa terpenuhi.

”Alhamdulillah kami bersama muslimat NU bisa memberikan bantuan untuk pengembangan kebun sehat, yang isinya dengan tujuan ketika masyarakat warga pesantren itu membutuhkan makanan berupa buah dan sayur maka sudah ada di lingkungan pondok pesantren itu,” tuturnya.

Menurutnya, dirinya tidak bisa mengimbau secara langsung kaitan dengan mengarahkan santri pondok pesantren untuk PHBS dan berkebun sehat. Akan tetapi, dirinya berharap para pengajar yang menyampaikan pesannya secara langsung.

”Kami hanya bisa menyampaikan kepada para pengelola pesantren, nanti dewan gurunya yang menyampaikan kepada murid untuk bercocok tanam dengan cara berkebun sehat,” katanya. (Ade Taufik/Iman Fathurohman)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here