Rabu, 26 September 2018

PONPES DAAR EL ISTIQOMAH GELAR WISUDA SANTRI

SERANG, (KB).- Ponpes Daar El Istiqomah asuhan KH. Sulaeman Ma’ruf gelar wisuda santri KMI (Kulliyatul Muallimin Al Islamiyah) ke-26 dan perdana untuk satuan muadalah.

Acara sakral itu digelar pada Ahad, (3/6/2018) malam, bertepatan dengan malam ke 19 Ramadan 1439 H. Untuk ketiga kalinya prosesi wisuda dilaksanakan malam hari setelah pelaksanaan salat Isya dan tarawih berjamaah, karena kebetulan wisuda jatuh pada bulan Ramadan.

Hadir dalam acara tersebut beberapa pejabat, di antaranya Ketua MUI Provinsi Banten Dr.KH. AM. Romli, Kasi Pontren Kemenag Kota Serang H.Sahoed Effendi, beberapa pejabat dari Polda, Polres, Korem dan lain-lain.

Dalam sambutannya Sahoed menyampaikan ucapan selamat atas 66 wisudawan wisudawati angkatan ke- 26 dan perdana satuan muadalah. Sahoed juga mengapresiasi kepada pimpinan pesantren yang telah ikut berperan serta dalam rangka mengabdikan dirinya untuk negara dalam pendidikan melalui lembaga pesantren.

Untuk memotivasi wisudawan dan santri, panitia wisuda menghadirkan seorang daiyah yang sudah malang melintang di dunia dakwah, yaitu Dr. Hj. Lilis Suaidah. Dalam ceramahnya, Lilis menyitir nasihat Imam Al Ghazali bagaimana agar hidup kita diberkahi oleh Allah.

Pertama, kata dia, birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua. Kedua, menghormati guru. Ketiga, menjalin silaturrahim. Keempat, senantiasa berbuat baik.

Santri juga diharapkan mengamalkan Panca Jiwa Pondok yang sering dibacakan santri setiap upacara yaitu, keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiah, dan kebebasan.

Setelah prosesi wisuda moment yang sangat dinanti wisudawan, adalah nasihat dari pimpinan pesantren KH. Sulaeman Ma’ruf. Dalam nasihatnya, Kiai Sulaeman menyampaikan 66 santri yang diwisuda adalah santri pilihan yang telah melalui proses panjang selama enam tahun.

Kiai Sulaeman menyampaikan bahwa malam ini secara resmi ia serahkan kembali amanat yang sekian tahun wali santri titipkan kepada pondok. Namun demikian, santri yang telah diwisuda masih ada tanggung jawab yang harus dilaksanakan, yaitu pengabdian selama satu tahun, baik di pesantren Istiaqomah ataupun 13 pesantren lain yang telah mengajukan permohonan guru pengabdian.

“Ijazah bukanlah secarik kertas yang bisa dicetak di percetakan. Akan tetapi ijazah kalian yang sesungguhnya adalah pengabdian kepada masyarakat, hidupkan musola, masjid dan madrasah di lingkungan rumah kalian. Pengabdian mengajarkan mentilitas santri bagaimana ia dituntut untuk menyampaikan ilmu yang telah dipelajari selama beberapa tahun di pesantren,” kata Kiai Sulaeman.

Kiai Sulaeman menyampaikan kesyukuran atas capaian Istiqomah yang sudah mendapatkan SK Muadalah yang telah diserah terimakan langsung oleh Menteri Agama ketika acara peringatan ulang tahun Gontor ke-90 tahun 2017. Artinya, ijazah pondok pesantren Istiqomah sudah disetarkan dengan ijazah SMA/ MA sederajat. Di antara keunggulan muadalah adalah tanpa ikut ujian nasional (UN), tapi ijazah disetarakan. (SY)*


Sekilas Info

Lomba Film Dokumenter, Komunitas Arjuna Film Unpam Raih Juara I

SERANG,(KB).- Komunitas Arjuna Film Univeritas Pamulang (Unpam) Kota Tangerang Selatan berhasil merebut gelar juara I Lomba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *