Ponpes Daar El Istiqomah Gelar Wisuda Malam Hari

SERANG, (KB).- Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Daar El Istiqomah (PPMDI) Kota Serang menggelar dua wisuda sekaligus, yakni wisuda santri dan wisuda tahfiz, Senin (27/5/2019) malam.

Salah seorang panitia, Babah Zahira mengatakan sebelum prosesi wisuda tahfidz, 23 santri yang akan diwisuda tahfidz diuji hafalanya oleh tiga penguji, yakni Dr. KH. Bazari Syam (Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten), perwakilan dari wali santri putra, dan perwakilan wali santri putrid. Masing-masing penguji menanyakan juz dan surat yang berbeda-beda.

“Dari hasil uji hafalan yang disampaikan tiga penguji, alhamdulillah semua bisa dijawab oleh tiga santri wisuda tahfidz yang dipilih secara acak,” katanya kepada kabar-banten.com.

Dalam sambutannya, Bazari Syam menyampaikan selamat kepada 23 wisudawan tahfidz (11 putra dan 12 putri). Ucapan sama juga disampaikannya kepada 56 wisudawan santri kelas akhir KMI yang terdiri atas 26 putra dan 30 putri.

Menurut Bazari, yang dilakukan Pesantren Daar El Istiqomah adalah sebuah prestasi yang patut diapresiasi dan layak ditiru oleh pesantren lain. Pesantren Daar El Istiqomah dinilainya mampu menggabungkan antara tiga kurikulum sekaligus, yaitu KMI Model Gontor, tahfidz, dan kitab kuning yang dipraktikkan secara baik.

Kepada wisudawan ia menyampaikan nasehat tentang keberkahan. Menurutnya, keberkahan ilmu ataupun keberkahan yang lain dapat diperoleh dengan berbuat baik kepada orang tua dan menghormati guru. “Dua hal ini harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Disebutkannya, pada 2014 ketika menjabat Kepala Kemenag Kota Serang ia menghadiri wisuda malam hari di pesantren ini. “Alhamdulillah, tahun 2019 ketika menjabat Kepala Kanwil Kemenag Banten, saya juga menghadiri wisuda pada malam hari di pesantren sama,” ungkapnya.

Dikatakan, Pesantren Istiqomah penginisiasi pelaksanaan wisuda di malam hari pada bulan Ramadhan setelah pelaksanaan tarawih. Hal ini akhirnya ditiru oleh pesantren-pesantren dan lembaga- lembaga lain.

“Anak-anakku wisudawan dan wisudawati, kalian sangat beruntung mempunyai kiai yang sangat luar biasa,” katanya.

Disebutkan, Kiai Sulaeman Ma’ruf adalah pendiri Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten bersama dengan Kiai Chudhari (pimpinan Pesantren Darul Falah Kopo) dan Kiai Hasyimi Siraj (pendiri Ponpes Al Hasyimiah).

Sementara itu, dalam nasihatnya Kiai Sulaeman membahas tentang keistimewaan doa. Hal ini ia sampaikan sebagai motivasi kepada para wali santri agar sungguh-sungguh dalam mendoakan putra-putrinya.

Kiai Sulaeman menceritakan, pendiri Ponpes Darusalam Gontor KH. Imam Zarkasyi setiap malam meriyadhoi dan mendokan setiap putranya yang berjumlah 12. Masing-masing anak didoakan dalam 40 rakaat.

“Sungguh usaha yang patut kita tiru. Wajar jika putra-putri Kiai Zarkasyi menjadi tokoh yang berpengaruh dalam dunia pendidikan,” katanya.

Kiai Sulaeman juga menyampaikan bahwa para wisudawan akan mengabdikan diri di sebelas pesantren dan lembaga pendidikan. Hal ini sebagai bentuk sumbangaih, peran, dan kiprah mereka terhadap masyarakat. (SY)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here