Minggu, 23 September 2018

Ponpes Bebas dari Paham Radikalisme

PROGRAM “Indonesia Pintar” yang digulirkan pemeritah diyakini telah berhasil membebaskan Pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Lebak dari kemungkinan masuknya paham radikalisme atau terorisme. Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak Asep Sunandar mengatakan, pemberian beasiswa pondok pesantren melalui program Indonesia pintar tentu sangat membantu bagi santri dari keluarga tidak mampu.

Program Indonesia pintar tentu dapat mencegah paham radikalisme maupun terorisme di kalangan ponpes. Sebab, program tersebut merupakan kepedulian pemerintah untuk memperhatikan ponpes agar tidak terlibat dengan paham yang menyesatkan. ”Para santri yang menerima beasiswa program Indonesia pintar dapat meningkatkan keseriusan dan kesungguhan untuk mendalami ilmu agama Islam dengan benar. Kebanyakan santri di ponpes-ponpes tersebut kebanyakan dari kalangan tidak mampu ekonomi, dan lebih memilih ponpes dibandingkan pendidikan umum,” kata Asep Sunandarm kepada Kabar Banten, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, saat ini jumlah santri yang menerima beasiswa Indonesia pintar sebanyak 2.800 orang dari 875 ponpes di Kabupaten Lebak, dengan jumlah beasiswa itu bervariasi antara Rp 400.000 hingga Rp 1 juta per tahun. “Pemberian beasiswa itu dimaksudkan untuk memenuhi keperluan santri selama mereka belajar di ponpes,” ujarnya. Selain pemberian beasiswa, ujar Asep, pemerintah juga memperhatikan para santri dengan memberikan berbagai pelatihan keterampilan, seperti kewirausahaan, perbengkelan, pertukangan, menjahit dan montir las.

”Melalui pelatihan keterampilan itu, diharapkan mereka bisa hidup mandiri juga menciptakan lapangan pekerjaan setelah lulus dari ponpes. Pola pemberdayaan santri semacam itu diharapkan akan mampu mencegah para santri tertarik pada paham-paham radikalisme dan terorisme. Kami menjamin ponpes di Lebak bebas dari pemahaman radikalisme atau ekstrem kiri maupun kanan,” tuturnya.

Dijelaskan, ponpes yang berkembang di Kabupaten Lebak menerapkan kurikulum mengacu Kementerian Agama RI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, ponpes juga mengajarkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Seorang pengelola ponpes di Kecamatan Rangkasbitung KH. Badrudin mengaku, dirinya mendirikan lembaga pendidikan keagamaan karena panggilan sebagai anak bangsa yang memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan masyarakat. “Seluruh siswa di sini kebanyakan orangtua mereka dari keluarga tidak mampu ekonomi. Kami tidak memungut biaya pendidikan dan hanya dikenakan sistem suka rela,” katanya.

Sementara itu, sejumlah santri di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengaku, mereka lega setelah menerima dana beasiswa Indonesia pintar karena bisa memenuhi untuk keperluan membeli kitab kuning juga keperluan lainnya. Bahkan, mereka tinggal di ponpes belajar ilmu agama Islam dengan sungguh-sungguh karena adanya perlindungan beasiswa Indonesia pintar. “Kami awalnya bingung tinggal di ponpes, namun setelah adanya beasiswa bisa melanjutkan belajar agama di ponpes,” tutur Uding, seorang santri di Salahur Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung. (Nana Djumhana)***


Sekilas Info

Ini Cara Bulog Lebak-Pandeglang Jaga Kekompakan Kerja

LEBAK, (KB).- Perum Badan urusan logistik Subdivisi Regional (Bulog Subdivre) Lebak-Pandeglang mengelar acara family gathering, berlokasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *