Ponpes At-Tauhidayah Dapat Bantuan Beras

Tim ACT foto bersama santri usai memberikan bantuan beras di Pondok Pesantren At Tauhidayah Kota Serang, Kamis (23/1/2020).*

SERANG, (KB).- Pondok Pesantren (Ponpes) At-Tauhidayah Kota Serang menerima bantuan beras dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Banten, di Musalah Pondok Pesantren At-Tauhidayah Kota Serang, Kamis (23/1/2020). Bantuan tersebut merupakan program beras untuk santri Indonesia (Berisi).

Pengasuh Pondok Pesantren At-Tauhidayah A. Yani sangat berterima kasih kepada ACT dan para dermawan Indonesia yang telah memberikan bantuan beras serta kepeduliannya terhadap santri di Pondok Pesantren At-Tauhidayah. Bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan santri dengan jumlah yang cukup banyak.

“Kami sangat senang dan gembira, karena selama ini belum pernah menerima bantuan dari program-program manapun seperti penyaluran beras. Setelah adanya bantuan tersebut, alhamdulillah dapat membantu santri-santri mengurangi beban mereka. Santri kami memang dari kalangan tidak mampu,” kata Yani kepada Kabar Banten.

Ia menjelaskan, sebagian besar santri di ponpesnya berasal dari kalangan tidak mampu dan yatim. Selain itu, ada anak jalanan yang diasuh dan ditempatkan di pesantren. Bantuan beras dari ACT melalui program Berisi tersebut merupakan yang kedua kalinya diterima pihak pesantren.

“Sangat membantu sekali untuk santri. Sehingga, mereka yang biasanya pulang seminggu sekali, dua minggu sekali, bisa pulang tidak perlu lagi membawa bekal beras lagi dengan ada bantuan beras tersebut. Santri di sini dari sekitar Serang, namun kadang santri pulang itu tidak terkontrol. Kami punya peraturan pulang itu saat liburan. Kalau tidak punya uang, tidak punya beras, mereka pulang,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan beras tersebut, diharapkan santri dapat lebih fokus belajar, lebih giat lagi belajar.

“Pondok pesantren kami juga sedang dalam tahap pembangunan, seperti ruang kelas dan asrama. Seperti tempat musala juga digunakan untuk majelis dan salat. Apalagi asrama putri yang kurang memadai, dengan jumlah santri putri sebanyak 85 orang. Diharapkan, ada dermawan yang menyalurkan sedekah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Program ACT Banten Sukma Jayalaksana mengatakan, bantuan beras untuk santri Indonesia sudah diluncurkan sejak 22 Oktober 2019. Bantuan itu merupakan program ACT untuk mendistribusikan 55 ton beras ke berbagai pesantren di Indonesia. Pemberian bantuan beras tersebut diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pangan santri.

“Di Banten kami membagikan beras tersebut bertepatan dengan hari bahagia Nasional pada 11 November 2019, kemudian mendistribusikan 1 ton beras ke pesantren At-Tauhidayah ini merupakan bantuan yang kedua kali ke pesantren tersebut, itu untuk meringankan santri yang dari kalangan tidak mampu serta untuk meringankan beban mereka,” tuturnya. (DE/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here