Pomda VII Banten, STIE Banten Hadapi Unbaja pada Final Bola Voli Putri

SERANG, (KB).- Tim bola voli putri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Banten akan berhadapan dengan Unbaja di partai final ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (Pomda) VII Banten. Kepastian tersebut didapat setelah STIE Banten mengalahkan Universitas Matana dengan skor 3-0 di partai semifinal, Rabu (28/11/2018).

Sementara calon lawannya, Universitas Banten Jaya (Unbaja) yang berhasil mengatasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menang telak 3-0 pada partai semifinal.

Pelatih Tim Bola Voli STIE Banten Hadi Wijaya mengatakan dalam laga melawan Universitas Matana, anak asuhnya bermain sangat baik, kendati sempat dibuat kerepotan. Menurut dia kemenangan tersebut diraih berkat serangan Univesitas Matana yang berhasil dimentahkan. “Perlawannya cukup sengit. Matana cukup bagus dalam pertandingan tadi,” ujar Hadi seusai pertandingan.

Ia menejelaskan dalam Pomda VII Banten timnya sudah sangat siap. Tiga bulan sebelum event tersebut digelar, tim basket putri STIE Banten telah berlatih keras dan menambah porsi latihan. “Biasanya seminggu 3 kali latihan, jelang Pomda jadi 6 kali latihan dalam seminggu,” kata Hadi.

Ia menargetkan dalam Pomda tahun ini, STIE Banten meraih juara umum seperti yang pernah diraih di 2016 saat bertanding di kampus Universitas Pelita Harapan (UPH). “Tahun lalu Alhamdulillah bisa juara. Sekarang targetrnya juga sama (juara Pomda),” ucap Hadi.

Di Pomda 2018 STIE Banten diperkuat dua atlet berkualitas, yang menjadi pemain pilar. Kedua atlet tersebut merupakan atlet Kota Serang, yang ikut di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten. “Di babak final kami sudah siapkan strategi. Serangan smash sudah disiapkan Insya Allah bisa tembus (pertahanan Unbaja),” kata Hadi.

Pelatih Tim Bola Voli Putri Unbaja Risfan Hermawan tidak kalah optimistisnya dengan pelatih STIE Banten. Ia menilai dalam final pertamanya tersebut, Unbaja mampu meraih juara pertama. Menghadapi partai final, Unbaja telah melakukan evaluasi terhadap kesalahan melawan Untirta. “Insya Allah bisa (juara). Evaluasinya dari servis (kesalahan) dan bertahan,” ucap Risfan.

Ia menuturkan dalam menghadapi partai final, timnya tidak melakukan persiapan khusus. Anak asuhnya hanya diminta untuk istirahat yang cukup dan menjaga kekompakan. “Di lapangan terserang anak-anak (bermain) yang penting fokus,” tutur Risfan. (FI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here