Poltekes Banten Sosialisasikan Gerakan Hidup Sehat

Sejumlah Dosen Poli Tekhnik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten, sedang menyampaikan sosialisasi gerak masyarakat hidup sehat di Desa Kadu Agung Timur, Jumat (27/10/2017).*

LEBAK, (KB).- Seluruh dosen Poli Tekhnik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Banten, mulai pekan ini akan membantu Pemkab Lebak dalam mendorong kemandirian gerak masyarakat hidup sehat. Agar program tersebut mampu terealisasi dengan baik, maka para dosen Poltekes mulai melakukan sosialisasi ke masyarakat yang diawali di Desa Kadu Agung Timur, Kecamatan Cibadak.

Suhartini, Dosen Poltekes Banten kepada Kabar Banten memaparkan, program meningkatkan kemandirian gerakan masyarakat sehat kepada masyarakat ini bukan sekadar membantu program pemerintah daerah dalam hal peningkatan kesehatan. Tetapi, bentuk kepedulian dan pengabdian pihaknya kepada masyarakat di bidang kesehatan.

”Untuk saat ini, kami melakukan peningkatan kemandirian gerakan kesehatan tersebut kepada masyarakat di Desa Kadu Agung Timur. Mudah-mudahan, ke depan kami bisa melakukannya lagi di desa-desa lain di Kabupaten Lebak,” ujar Suhartini, Jumat (27/10/2017).

Diakuinya, pola hidup sehat itu banyak dihiraukan masyarakat. Sehingga sebagai pihak yang aktif dilembaga pendidikan kesehatan, para dosen Poltekes Banten memiliki kepentingan pula untuk mengingatkan dan mendorong kembali masyarakat agar peduli terhadap kesehatan. ”Kami harap niat baik kami ini bisa menjadi hal positif bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.

Perwakilan Direktur Poltekes Banten, Omo Sutomo menambahkan, lembaga pendidikan Poltekes Kemenkes berada di wilayah Kabupaten Lebak. Untuk itu, agar keberadaannya bermanfaat bagi masyarakat, maka pihaknya melakukan pengabdian yang harus bermanfaat bagi masyarakat Lebak. ”Setelah sosialisasi ini, maka mulai pekan depan kami akan langsung menemui masyarakat di kampung-kampung di Desa Kadu Agung Timur untuk diajak sekaligus mendorong agar kemandirian mereka terhadap gerakan hidup sehat menjadi budaya keseharian yang mereka lakukan dilingkungan rumahnya masing-masing,” tutur Omo Sutomo. (Lugay/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here