Polres Serang Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu

Anggota Dalmas Polres Serang melakukan formasi pertahanan dari amukan pengunjuk rasa menggunakan tameng saat gladi kotor simulasi pengamanan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden, di Mapolres Serang, Kamis (22/11/2018). Dalam gladi kotor simulasi ini, petugas memperagakan berbagai antisipasi keamanan salah satunya saat terjadi unjuk rasa yang dilakukan massa pendukung calon presiden yang tidak terima dengan hasil keputusan panitia.*

SERANG, (KB).- Jajaran Polres Serang menggelar simulasi pengamanan Pemilu 2019 di halaman Mapolres Serang, Kamis (22/11/2018). Simulasi tersebut digelar untuk mengantisipasi adanya kekecewaan massa yang mengakibatkan huru-hara usai adanya hasil Pemilu 2019 mendatang.

Berdasarkan pantauan, simulasi dimulai saat ratusan orang yang berada di halaman Mapolres Serang seolah sedang menumpahkan amarahnya di kantor KPU. Massa mengamuk karena tidak terima dengan hasil Pemilu yang disahkan oleh KPU.

Sambil membawa spanduk bertuliskan kekecewaannya atas hasil pemilu, massa menuntut agar pemilihan diulang kembali. Mereka melakukan unjuk rasa untuk memprotes hasil suara atas Pemilu 2019. Aksi yang sebelumnya berjalan tertib itu tiba-tiba memanas dan semakin mencekam. Massa menjadi beringas dengan menyerang dan memukuli petugas menggunakan bambu serta kayu.

Sesaat kemudian, para pendemonstran itu mulai merangsek masuk sambil mengacung-acungkan kayu dan bambu yang mereka bawa. Melihat aksi tersebut, polisi kemudian mengerahkan pasukannya dari arah belakang dengan menggunakan tameng. Aksi saling pukul tidak terhindarkan saat itu.

Melihat suasana semakin tidak kondusif, polisi lalu menerjunkan pasukan lainnya, lengkap dengan kendaraan anti huru-hara dan mobil water canon agar massa bisa dipukul mundur. Aksi kejar-kejaran tidak terhindarkan agar konsentrasi massa terpecah dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Meski sudah mendapat peringatan, para pendemonstran belum juga mau bubar. Hingga akhirnya, polisi terpaksa mengamankan sejumlah orang yang dituding menjadi provokasi dalam kejadian itu.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan, simulasi sengaja dilakukan untuk mengantisipasi segala hal yang bisa saja terjadi pada Pemilu 2019. Meski tahapan Pemilu 2019 masih jauh, namun simulasi pengamanan penting dilakukan agar jajarannya lebih siap. Khususnya dalam penggunaan alat-alat penanganan demonstrasi, termasuk dalam menentukan langkah-langkah selanjutnya, ketika kondisi unjuk rasa mulai mencekam.

“Latihan simulasi ini sangat penting, tidak hanya mengingatkan kembali mengenai cara-cara menggunakan peralatan yang ada. Namun, personel di lapangan juga harus bisa lebih siap. Kapan masih dalam kondisi hijau, kuning dan kapan sudah mulai merah,” kata Kapolres.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh personelnya agar selalu siap dalam mengantisipasi kerusuhan. “Jadi ke depan, simulasinya bisa ditambah lagi, baik dari segi jumlah massa dan peralatan lainnya. Karena aksi sebenarnya bisa saja lebih besar dibandingakan yang ini,” tuturnya. (Rifat Alhamidi/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here