Polres Pandeglang Tangkap 9 Residivis Curanmor

Petugas Reserse Kriminal Polres Pandeglang berhasil menangkap sembilan tersangka pencurian sepeda motor yang sering kali beroperasi di wilayah hukum Pandeglang, Sabtu (26/5/2018).*

PANDEGLANG, (KB).- Petugas Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pandeglang berhasil menangkap sembilan tersangka pencurian sepeda motor yang sering kali beroperasi di wilayah hukum Pandeglang. Para tersangka tersebut tercatat residivis curanmor dan ditangkap di sejumlah lokasi berbeda, Cadasari, Saketi, Cikeusik.

Kesembilan tersangka kini diamankan di Mapolres Pandeglang, di antaranya berinisial MS, RD, SN, SM, US, KS, YD, SA, dan YR. Para tersangka tersebut sering beroperasi di wilayah hukum Polres Pandeglang.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono membenarkan dari hasil pengungkapan kasus selama sebulan, petugas berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor. Tersangkanya sebanyak sembilan orang dan tercatat sebagai residivis. Kesembilan tersangka tersebut ditangkap setelah hasil pengungkapan sejak April hingga Mei 2018.

“Para tersangka itu ditangkap di empat lokasi berbeda, yakni Pandeglang, Cadasari, Saketi dan Cikeusik. Petugas meringkus penjahat sepeda motor tanpa harus mengeluarkan tembakan,” kata Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lustrianto Amstono kepada Kabar Banten, Sabtu (26/5/2018).

Ia mengatakan, para tersangka beraksi mencuri sepeda motor di parkiran. Alat yang mereka gunakan tak lain kunci leter T. Kunci tersebut digunakan untuk menjebol kontak sepeda motor.

“Ya, ada sembilan orang tersangka curanmor, semua tersangka merupakan residivis. Mereka (tersangka-red) melakukan pencurian menggunakan kunci leter T. Lokasi tempat kejahatannya di setiap parkiran,” ucap Indra.

Selain itu, sembilan tersangka sudah sangat ahli mencuri sepeda motor. Karenanya, mereka bisa saja beraksi mencuri sepeda motor di Pandeglang maupun luar Pandeglang. Menurut Indra, sembilan residivis tersebut sudah sering melakukan aksi pencurian. Akibat perbuatannya, tersangka bisa dijerat pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun.

Sementara itu, salah seorang tersangka berinisial YD mengaku baru dua kali ini melakukan pencurian. Pria asal Kecamatan Pandeglang ini mengaku menyesal atas perbuatannya dan tidak akan mengulanginya lagi.

“Baru dua kali, di Cadasari sama Karangtanjung. Itu mendesak, karena anak sakit enggak punya uang. Ya, nyesel banget,” tuturnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here