Polres Pandeglang Siagakan 43 Pos Gatur Lebaran

Polres Pandeglang sudah siap melaksanakan tugas pengamanan arus mudik hingga arus balik lebaran tahun ini. Salah satu upaya mengurai kemacetan dan melayani masyarakat yang sedang mudik, Polres Pandeglang telah mendirikan sebanyak 43 Pos penjagaan dan pengaturan (Gatur).

Pos tersebut nantinya ditempati petugas yang siap memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pemudik yang masuk ke wilayah Pandeglang. Selain Pos Gatur, Polres juga mendirikan 6 (enam) pos pengamanan.

Kabag Ops Polres Pandeglang Kompol Andi Suwandi mengatakan, untuk mengurangi kemacetan karena kepadatan lalu lintas dari kendaraan lokal maupun pemudik. Maka Polres telah mempersiapkan 560 personel Polri yang akan diterjunkan untuk tugas pengamanan lebaran.

“Ada 43 titik pos gatur, dan 6 pos pengamanan dan 560 personel Polri,” kata Kabag Ops Polres Pandeglang Kompol Andi Suwandi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/5/2019).

Menurut dia, operasi ketupat menjelang lebaran bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik. Selain itu, kehadiran petugas dalam operasi dapat menekan tindakan kriminal. Sebab, biasanya menjelang Idulfitri tindak kriminalitas lebih meningkat.

“Kita menjaga kenyamanan pemudik baik yang mau mudik maupun balik atau mereka kembali. Tentunya polisi akan fokus menindak aksi kejahatan seperti copet, begal dan aksi pencurian. Kita lakukan pengamanan di setiap titik lokasi yang rawan seperti di Jalan Lintas Timur AMD Pandeglang,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat meninggalkan rumah selama mudik lebaran. Bahkan, Kapolres menyarankan supaya melaporkan barang yang ditinggalkan oleh pemudik kepada pihak berwajib.

“Selama bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, kita saling menjaga kondusivitas dan menaati peraturan yang berlaku baik di jalan maupun tempat wisata. Masyarakat yang meninggalkan rumah dan memarkir kendaraan agar melaporkan kepada aparat terdekat supaya kendaraan bisa aman,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Kapolres, kemacetan yang biasanya terjadi di kota-kota besar namun saat liburan berpindah. Kemacetan terjadi di jalan-jalan penghubung antar kota dan di kota-kota kecil saat mudik. Dengan demikian, kapolres mengimbau supaya pengguna jalan sabar.

“Yang terpenting sabar untuk antre kendaraan. Dengan antre kita akan terhindar dari kemacetan. Sebaliknya jika saling berebut jalur dan saling mendahului maka kita akan terjebak kemacetan,” tuturnya. (Ade Taufik)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here