Polres Pandeglang Gagalkan Penyelundupan Motor

PANDEGLANG, (KB).- Dalam sepekan terakhir, petugas Reskrim Polres Pandeglang berhasil menggagalkan aksi penyelundupan sepeda motor yang hendak dibawa dan dijual ke Lampung. Dua tersangkanya berinisial HE dan F berhasil diamankan, termasuk barang bukti sebanyak 25 unit sepeda motor berbagai merek.

Berdasarkan informasi polisi, puluhan sepeda motor tersebut berasal dari Pandeglang dan akan diselundupkan para tersangka ke daerah Lampung. Puluhan sepeda motor dalam truk yang akan diselundupkan itu berhasil digagalkan polisi saat melintas di jalan Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Hasil pemeriksaan sementara, satu unit sepeda motor tersebut dijual dengan harga Rp2000.000-Rp3000.000. Modus kejahatannya yakni dengan cara menjual sepeda motor yang sedang dalam proses pembayaran leasing.

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, hingga pemeriksaan masih berlanjut belum bisa menetapkan keterlibatan perusahaan leasing dalam kasus tersebut, karena para tersangka belum menyebutkan kendaraan tersebut didapat dari mana.

“Jadi ini belum bisa ditetapkan hasilnya dari sekelompok mengaku Matel. Kita belum meminta keterangan dari pihak perusahaan, karena pengakuan tersangka belum mengarah ke perusahaan baru menyebut motor yang akan diselundupkan berasal dari rekan-rekannya. Ya, para tersangka belum mau jujur, namun jumlah barang bukti yang kita sita sebanyak 25 unit sepeda motor,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono kepada Kabar Banten, seusai keterangan Pers di Polres Pandeglang, Kamis (25/10/2018).

Ia menjelaskan, para tersangka tersebut akan menjual puluhan sepeda motor tersebut kepada para petani di Lampung. Namun aksi tersebut berhasil digagalkan polisi di daerah Labuan. “Iya, awalnya anggota mencurigai truk melintas di jalan Labuan. Saat dihentikan dan diperiksa, ternyata dalam truk itu berisi 25 unit sepeda motor. Saat diinterogasi di lokasi, sepeda motor itu akan dijual ke petani di daerah Lampung,” ujar Kapolres.

Sementara, dua tersangka yang diamankan polisi statusnya sebagai penadah. Kapolres menduga masih ada tersangka lain terlibat kasus tersebut. “Si tersangka ini kan belum memberikan keterangan soal siapa pemilik motor dan dari mana saja asalnya. Makanya, kami masih mendalami kasus ini, karena tersangka yang diamankan sekarang bukan tersangka utama, melainkan mereka berperan sebagai penadah yang akan mengirimakan sepeda motor ke Lampung. Kami masih selidiki jejak tersanngka lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, tersangka berinsial F mengaku tidak mengetahui perusahaan pemilik motor tersebut. karena itu melalui aplikasi dan barang tersebut didapatkan dari berbagai sumber dan dirinya hanya terima bersih dari palaku beraksi di lapangan.

“Kami tidak tahu perusahaan apa, soalnya datanya kan melalui aplikasi. Motor ini dikreditkan lagi kepada petani di Lampung, ya salah satunya motor ini berasal dari sekelompok orang mengaku dari Matel. Ada juga berasal dari temen yang tinggal menebus BPKB. Kita hanya terima bersih aja, dan baru kali ini melakukan perbuatan seperti ini,” ujarnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here