Polres Pandeglang Antisipasi ”People Power”

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lustrianto Amstono.*

PANDEGLANG, (KB).- Pascapemilu dan penetapan hasil suara calon presiden dan calon wakil presiden. Polres Pandeglang saat ini terus mengantisipasi kemungkinan adanya ajakan ‘people power’ di Pandeglang.

Sebaliknya, aparat kepolisian meningkatkan kemitraan dan silaturahim dengan Majelis Ulama Indonesia, tokoh agama dan masyarakat.

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, aparat kepolisian berkewajiban mengantisipasi isu akan terjadi kekuatan rakyat. Untuk itu, Kapolres telah menyebar anggota ke sejumlah wilayah rawan mobilisasi massa.

Selain itu, lanjut Kapolres, Polri akan terus memperkuat silaturahim antar lembaga, tokoh agama dan masyarakat. Sebab, hanya dengan silaturahim itukan akan menjadi modal kuat menciptakan kondusivitas wilayah hukum Polres Pandeglang.

“Kami terus kedepankan tali silaturahim dengan pemerintah, ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Jadi, jangan malas-malas, jangan bosan-bosan untuk menjalin silaturahim tanpa pandang agama. Saya kira ini kunci aman wilayah Pandeglang,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono kepada Kabar Banten, Jumat (17/5/2019).

Menurut dia, dengan adanya isu people power tersebut tidak akan mempengaruhi warga Pandeglang. Sebab, masyarakat Pandeglang memahami hal-hal yang hanya akan merugikan semua pihak. Oleh karena itu, Polres bersyukur pelaksanaan pemilu di Pandeglang berjalan aman dan damai.

“Mudah-mudahan di Pandeglang tidak ada gerakan-gerakan people power dan gerakan itu tidak ada,” ujar Indra.

Ia berharap semua organisasi kemasyarakatan di Pandeglang untuk menjaga sikap rukun dan bisa sejalan dalam mengawal pemerintahan.

“Setelah pemilu kemarin masyarakat di Pandeglang sudah mulai melupakan hiruk pikuk aktivitas pemilu yang memiliki perbedaan,” ucapnya.

Sementara itu Ketua MUI Kabupaten Pandeglang KH. Tubagus Hamdi Ma’ani memandang penting silaturahim sebagai sarana pemersatu umat. Selain itu, dengan silaturahim juga akan menjaga kondusivitas Pandeglang.

“Tentunya kita berharap ke depan tetap berdamai. Sesuatu yang sudah biarkan sudah. Khususnya Pandeglang untuk tetap tenang dan pemilu kita menunggu keputusan KPU. Silakan tempuh jalur hukum bagi warga yang tidak menerima keputusan hasil pemilu,” tuturnya.

Menurut dia, masyarakat Pandeglang harus berpikir dewasa untuk menyatukan semua komponen yang ada. “Kami mengimbau masyarakat tidak terprovokasi oleh isu-isu maupun narasi yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here