Polres Metro Tangerang Ungkap Modus Tersangka Jual Daging Oplosan Babi

Tersangka AD dan RT yang menjual daging sapi oplosan daging babi di Pasar Bengkok dan pasar-pasar tradisional lainnya yang berada di Kota Tangerang yang kini sudah diamankan Polres Metro Tangerang Kota, pada Senin (18/5/2020).

TANGERANG, (KB).- Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota mengungkap modus yang dilakukan tersangka kasus penjualan daging oplosan antara daging sapi dengan daging babi yang dijual di Pasar Bengkok, Pinang, Kota Tangerang.

Kasatreskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Burhanuddin mengatakan kalau AD ini mencampuri daging celeng dengan formalin. Berdasarkan pengakuan tersangka AD, aktivitas penjualan bahan curang ini sudah dilakukan sejak Maret 2020.

“Dari hasil tes yang sudah kami lakukan tiga kali, ternyata daging celeng ini mengandung formalin. Supaya daging tetap terlihat segar,” jelas Burhanuddin di Mapolrestro Tangerang Kota, Selasa (9/5/2020).

Akal-akalan AD tidak berhenti di situ, ternyata tersangka yang berasal dari Pandeglang, Banten tersebut menyembunyikan sisa daging celeng di balik meja dagangannya. Sementara, daging yang ia pajang di atas meja kebanyakan adalah daging sapi asli untuk menarik perhatian konsumennya.

“Jadi daging celeng dicampur dengan daging sapi, tapi tidak banyak sisanya. Disembunyikan di bawah mejanya,” terang Burhanuddin. Sedangkan daging babi sisa yang tidak habis terjual disimpan kembali jadi satu dengan daging sapi lainnya.

Kemudian, lanjut Burhanuddin, daging-daging tersebut disimpan dalam rak kemudian diberi balok es. Daging sapi oplosan babi yang dijual bebas di Pasar Bengkok, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang dijual dengan harga yang sangat miring.

Bila dipasaran harga daging sapi bisa menjapai Rp 120 ribu perkilogram, tersangka AD (41) bisa menjual daging oplosannya senilai Rp 70 ribu perkilogram. AD sengaja menjual dengan harga murah supaya laku apa lagi di tengah daya jual masyarakat yang sedang rendah saat di tengah pandemi Covid-19.

“Perkilonya dipatok harga sekitar Rp 70 ribu, pelaku mengambil daging celeng dengan harga Rp 35 ribu dari suplier Palembang dapat untung separo dan penjualan dari daging sapi,” jelas Burhanuddin. Sehingga, AD ini bisa mendapatkan untuk dua kali lipat atau mengantongi hingga Rp 50 ribu perkilogramnya.

Selain itu Polres Metro Tangerang Kota juga berhasil menangkap suplier daging celeng yang diperjualbelikan di pasar-pasar tradisional di Kota Tangerang. Suplier tersebut diketahui berinsial RTM (30) yang terciduk sedang mendistribusikan daging babi di Kota Tangerang menggunakan mobil Toyota Rush warna hitam bernopol B-1720-VOI.

Burhanuddin mengatakan, dari tangan RTM petugas mendapati barang bukti seberat 500 kilogram daging celeng di mobil yang sedang ia kendarai. “Pengecekan ke pasar-pasar awalnya pada Sabtu (16/5/2020), RTM pada saat kita tangkap di jalan kita pergoki dia sedang memasarkan daging celeng dengan barang bukti 500 kilogram,” terang Burhanuddin.

Pada saat itu, RTM sedang berada di bilangan Jalan Irigasi Sipon, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. RTM dibekuk berdasarkan keterangan AD (41), pedagang yang membeli daging babi dari RT yang lebih dahulu diamankan petugas di Pasar Bengkok, Kota Tangerang.

Pada tanggal yang sama, polisi bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang mengadakan sidak ke pedangan daging sapi di Pasar Ciledug, Pasar Bengkok, dan Pasar Malabar. “Bersama tim dari DKP kota tangerang melakukan sidak di salah satu kios di Pasar Bengkok, pada saaat pengecekan kios itu kita ambil sampel. Kita tes cepat dan 5 menit keluar hasil dan daging positif ada babi,” jelas Burhanuddin.

Kemudian di bawah digeledah ada banyak daging, sehingga total daging yang ditemukan sebanyak 36,6 kilogram daging celeng, dan daging sapi 60 kilogram. Kini AD dan RTM sudah mendekam di balik jeruji besi Polres Metro Tangerang kota untuk pendalaman.

keduanya pun disangkakan Pasal 91A Jo Pasal 58 ayat (6) UU RI Nomor 41 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan atau Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here