Polres Cilegon Intensifkan Patroli

CILEGON, (KB).- Kepolisian Resor (Polres) Cilegon mewaspadai aksi kejahatan terutama begal dan bajing loncat di wilayahnya. Oleh karena itu, pihaknya mengintensifkan patroli di area rawan kejahatan. Langkah tersebut, dilakukan untuk mengantisipasi aksi begal dan bajing loncat.

“Kami memperkuat patroli tempat rawan kriminal. Ini untuk mengantisipasi adanya kejahatan di jalanan,” kata Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana saat ditemui di Pemkot Cilegon, Selasa (21/4/2020).

Menurut dias, jalur Ciwandan dan Jalan Aat Rusli (JAR) merupakan bagian dari wilayah rawan kejahatan jalanan. Selain sepi, dua jalur tersebut, relatif gelap, karena kurang fasilitas penerangan malam.

“Daerah-daerah seperti JAR menjadi prioritas kami, daerah itu sepi dan gelap pada malam hari. Begitu pula jalur Anyar-Cilegon, kondisinya sama seperti JAR,” ujarnya.

Meski begitu, dia menilai, masyarakat perlu ikut berperan dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia berharap, masyarakat mengaktifkan kegiatan siskamling.

“Saya imbau kampung siaga mengintensifkan siskamling. Warga pun berhati-hati jika berkendara di malam hari. Hindari jalur gelap dan sepi,” ucapnya.

Ia menuturkan, terakhir ada tindak kejahatan di jalan terjadi pada Ahad (19/4/2020) malam. Di mana delapan kawanan bajing loncat membajak sebuah truk berisi bungkil.

“Ahad (19/4/2020) malam ada truk mengakut bungkil dibajak kawanan bajing loncat. Mereka berjumlah delapan orang, menggunakan empat motor dan membawa senjata,” tuturnya.

Menurut dia, para pelaku naik ke atas truk ketika kendaraan dari Pelabuhan Cigading menuju Palembang tersebut sedang berjalan. Para pelaku kemudian membuang 15 karung bungkil ke jalan.

“Satu karung bungkil menurut sopir bernilai Rp 400.000. Jadi, total kerugian yang diderita akibat kejadian ini sebanyak kurang lebih Rp 6 juta,” katanya.

Tidak lama kemudian, sopir truk melihat ada yang tidak beres di bak truk. Ia menghentikan laju kendaraan dan turun untuk memeriksa bagian belakang truk.

“Sopir melihat lewat spion, ada yang membuang bungkil dari bak truk. Makanya, dia berhenti dan turun,” katanya.

Melihat sopir truk turun, kawanan tersebut justru beringas. Mereka mengancam sopir sambil merusak bagian depan truk.

“Pelakunya malah semakin arogan, mereka pukul kaca mobil hingga rusak,” ujarnya.

Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani pihaknya. Sejumlah petugas sedang dikerahkan untuk melacak para pelaku.

“Sekarang sedang diproses untuk dilidik oleh Resmob di lapangan dan jajaran polsek,” ucapnya.

Pada bagian lain, Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf Rico Ricardo Sirait mengatakan, upaya pengamanan wilayah memang perlu melibatkan masyarakat.

Ia sepakat, jika kampung siaga di setiap lingkungan menggerakkan kegiatan siskamling. “Ini adalah PR bersama, tidak hanya petugas keamanan,” tuturnya.

Ia mengimbau kepada kampung siaga untuk mengadakan siskamling, sehingga upaya keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi tanggung jawab kami bersama. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here