Selasa, 20 November 2018

Polisi Terus ”Sisir” Pil Eksimer

LEBAK, (KB).- Kepolisian sektor (Polsek) Malingping Kabupaten Lebak terus melakukan penyisiran peredaran pil hexymeri/eksimer.  Korps Bhayangkara di wilayah tersebut kembali mengamankan seorang warga Kampung Cikeusik Timur, Desa Malingping Selatan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Uwo (35), Selasa (24/10/2017) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Penangkapan pada tersangka pengedar pil hexymeri kali ini merupakan yang kedua. Sebelumnya, kepolisian sektor Polsek Malingping berhasil mengamankan dua tersangka pengedar Iwan alias Kiwong (17) warga Kampung Jati, Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping dan Fajri (15) warga Kampung Cikeusik Desa Malingping Selatan, Sabtu (21/10/ 2017) malam.

Pada aksi penangkapan kedua itu polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa pil anti-psikotik yang berfungsi untuk mengurangi gejala psikotik atau gangguan jiwa ini yang praktik penyalahgunaannya sudah menyasar kepada anak Sekolah Dasar (SD) di wilayahnya itu.

Menurut informasi, Polsek Malingping saat ini gencar melakukan upaya untuk menyetop peredaran pil eksimer yang praktik penyalahgunaan. Eksimer sudah mengkhawatirkan bahkan sudah menyasar ke anak yang masih duduk di bangku SD. Upaya yang gencar dilakukan oleh aparat penegak hukum tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari para sejumlah elemen masyarakat di antaranya Tokmas, aktivis dan penggiat pendidikan.

”Kami sangat mengapresiasi upaya kepolisian khususnya Polsek Malingping yang serius menangani peredaran pil eksimer. Hal itu perlu dilakukan karena jika dibiarkan akan menghancurkan keberlangsungan generasi penerus bangsa ke depan,” ujar salah seorang tokoh muda Malingping, Yayat Billy.

Kapolsek Malingping, Kompol Doren kepada Kabar Banten di kantornya, mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya agar peredaran narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan di antaranya pil hexymeri dengan terus mengembangkan penyelidikan dan penyidikan. ”Alhamdulillah, hari ini (Selasa) kita kembali berhasil mengamankan seorang warga yang memiliki/menyimpan pil hexymeri sebanyak 400-an butir,” ujarnya.

Menurut Doren, penangkapan terhadap salah seorang warga tersebut berawal dari pengembangan dan informasi warga. ”Uwo ditangkap di jalan sekitar wilayah Kecamatan Malingping. Selain mengamankan tersangka, kami juga berhasil mengamankan barang buktinya,” ucapnya.

Doren mengimbau masyarakat diminta bersama-sama turut serta dalam upaya pemberantasan narkoba dan praktik penyalahgunaan obat seperti eksimer. Karena dengan upaya ini peredarannya dapat lebih diminimalisasi. ”Kami juga terus melakukan upaya antisipasi dengan terus melakukan sosialisasi diberbagai tempat dan kesempatan termasuk ke sekolah-sekolah,”ujarnya. (DH)***


Sekilas Info

Mengaktualisasikan Ajaran Alquran Melalui MTQ

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) atau lomba membaca Alquran dengan lagu yang selama ini sudah dikenal, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *