Polisi Dalami Kasus Penemuan Bayi Perempuan

Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Banten, Selasa (8/10/2019). Kunjungannya tersebut untuk memastikan kondisi bayi perempuan yang ditemukan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kota Serang Baru (KSB) beberapa waktu lalu.*

SERANG, (KB).- Polisi Sektor (Polsek) Cipocok Jaya, Kota Serang saat ini sedang melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi. Hal ini dilakukan untuk mendalami kasus ditemukannya bayi di Perumahan Permata Hijau di Kawasan Kota Serang Baru (KSB), Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, beberapa waktu lalu.

Kapolsek Cipocok Jaya Kompol Agus Supriyatno mengatakan, untuk laporan dan data sudah diserahkan ke Unit Pertimbangan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Serang Kota. “Masalah orang tua sedang kami dalami, kami pun sudah mencari saksi-saksi di sekitar daerah perumahan tersebut,” katanya, Rabu (9/10/2019).

Baca Juga : Warga Temukan Bayi Perempuan di Tempat Pembuangan Sampah

Pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan kepada tiga orang saksi. Sedangkan untuk saksi lainnya, ia mengatakan, masih mengumpulkan data-datanya. “Kami sudah mencari data kehamilan di Puskesmas setempat, apakah ada dan siapa perempuan mana yang hamil. Jadi tinggal kami dalami lagi,” ujarnya.

Namun, pihaknya menduga jika bayi tersebut dibuang karena dua faktor, yaitu ekonomi ataupun hasil dari hubungan di luar pernikahan. “Dugaannya banyak, mungkin orang tua membuang bayi tersebut karena faktor ekonomi, atau mungkin faktor hubungan tidak sah mungkin karena malu atau gimana autentiknya itu,” ucapnya.

Persyaratan Adopsi

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang Hendri Sudiarni menjelaskan, ada 23 persyaratan yang harus dilengkapi oleh Calon Orang Tua Angkat (COTA) yang hendak mengadopsi bayi tersebut.

Di antaranya, permohonan izin pengangkatan anak kepada instansi sosial provinsi, surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah, dan surat keterangan kesehatan jiwa dari dokter spesialis jiwa atau dari rumah sakit pemerintah.

Kemudian surat keterangan tentang fungsi organ atau reproduksi dari dokter spesialis obstetri, dan surat keterangan bebas narkoba dari rumah sakit pemerintah. Adapun yang lainnya foto kopi akte kelahiran, serta surat keterangan catatan kepolisian setempat.

“Ada 23 item yang harus diisi, misalkan pengusulan izin ditujukan ke Provinsi Banten KK, KTP suami istri, akte kelahiran suami istri, SKCK, kesehatan sehat jasmani dan rohani, reproduksi sehat, psikolog sehat, motivasi mengadopsi anak, tidak menjadi wali, ada persetujuan keluarga besar kedua orang tua, tanggung jawab kesehatan dan pendidikan anak tersebut,” katanya.

Baca Juga : Penemuan Bayi Perempuan, 70 COTA Siap Adopsi

Persyaratan itu, kata dia, sudah diformat dan sesuai dengan Kementerian Sosial (Kemensos). COTA, diutamakan yang usia pernikahan lima tahun ke atas. Akan tetapi belum memiliki keturunan atau baru punya satu anak, rentang usia tidak lewat dari 55 tahun.

“Ada sejumlah orang yang berminat mengadopsi bayi tersebut. Ada 25 orang mereka baru konfirmasi mengatakan mau mengadopsi. Tapi kami belum menginventarisir. Lima sampai tujuh hari akan di rumah sakit dulu. Kalau sampai itu tidak ada, maka akan kami sampaikan ke masyarakat,” katanya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here