Polisi Bubarkan Massa Tabligh Akbar

TANGERANG, (KB).- Kepolisian Polresta Tangerang membubarkan kerumunan masyarakat yang berjumlah lebih dari 500 orang di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (25/3/2020). Mereka tidak mengindahkan imbauan dari kapolri dan juga fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menahan diri di rumah, agar terhindar dari COVID-19.

Kerumunan masyarakat itu tetap nekat mengadakan kegiatan tabligh akbar, dengan mendirikan panggung serta umbul-umbul di tengah lapangan luas di Desa Margasari.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pihaknya bersama aparatur kecamatan serta MUI setempat mendapati adanya suatu kegiatan yang memiliki massa lebih dari 500 orang.

“Kami minta mohon kerja sama seluruh masyarakat, kita harus bersungguh-sungguh memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19. Tentunya untuk meningkatkan keselamatan umat manusia juga,” jelasnya.

Ade mengungkapkan lebih dari 500 orang berkumpul di tempat tersebut, bahkan dari pendataan yang dilakukan mereka berasal dari wilayah Tenjo, Bogor, Cisoka, Tigaraksa dan Jambe Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut bahkan diadakan oleh majlis taklim Kecamatan Tigaraksa.

“Di sana kami sekaligus kembali mengingatkan masyarakat untuk mencegah penularan wabah virus inu, karena di wilayah Tigaraksa penyebarannya cukup masif,” ujarnya.

Menurut Ade, massa tersebut perlahan mulai membubarkan diri setelah pihaknya memberikan pemahaman kepada masyarakat, dan para petugas juga membongkar seluruh peralatan, umbul-umbul dan panggung yang sempat didirikan.

“Pukul 11.40 WIB mereka sudah bubar, dan berlangsung aman serta tertib,” ucap Ade.

Sebelumnya polisi juga sempat membubarkan paksa warga dari berbagai kalangan usia tengah asyik bermain video game di warung internet (wanet) dan Play Station (PS) di kawasan Kecamatan Panongan dan Cikupa. Di sana polisi mendapati belasan warga serta para pemilik tempat bermain itu yang tidak mempedulikan maklumat serta imbauan untuk berada di rumah. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here