Minggu, 19 Agustus 2018
Rumah warga yang dijadikan pabrik narkoba golongan satu berjenis pil paracetamol, caffeine, dan carisoprodol yang berada di RT06/RW01, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.*

Polisi Bongkar Pabrik Pil PCC di Kota Tangerang

TANGERANG, (KB).- Satuan Res Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangeran membongkar pabrik pil PCC (paracetamol, caffeine, carisoprodol) ilegal di Kota Tangerang. Pabrik yang merupakan rumah industri tersebut, terletak di Kavling DPR, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Dari rumah tingkat tiga tersebut, polisi mengamankan 1,2 ton atau 3,175 juta butir pil PCC berikut bahan dasar. Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah mesin pencetak.

Kapolresta Bandara Soetta, Tangerang, Kombes Pol Victor Togi Tambunan menuturkan, pabrik pil PCC yang digerebek di Kavling DPR, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang telah beroperasi sejak Mei 2018. “Pengakuan tersangka (pemilik rumah), rumah industri ini melakukan produksi pil jenis PCC sejak Mei 2018. Bulan Juli kami berhasil mengungkap,” katanya, Senin (6/8/2018).

Dalam sehari, rumah industri tersebut, dapat memproduksi puluhan ribu butir pil PCC. Barang haram tersebut, diedarkan ke wilayah Sulawesi Selatan. “Ia (tersangka) tidak bicara uang, tapi dia bicara butir. Jadi, kalau dia katakan per harinya itu 30.000 butir bisa dicetak dengan alatnya,” ujarnya.

Kasat Narkoba Polresta Bandara Soetta, Kompol Arief Ardiansyah Prasetyo menambahkan, bahwa pihaknya membutuhkan lima hari untuk menemukan pabrik pembuatan pil PCC tersebut. Di mana penemuan lokasi pembuatan pil PCC tersebut, berawal dari pengiriman paket kargo di Bandara Soetta pada akhir Juli lalu. Paket tersebut berisi pil PCC yang mengandung narkotika golongan 1. “Dari situ, kami mengembangkan kasus dan melakukan penelusuran,” ucapnya.

Polisi kemudian melakukan penelusuran terhadap penerima paket tersebut. Menurut dia, penerima paket beralamat di Makassar. “Kami melakukan penangkapan pada penerima paket, selanjutnya memburu orang terkait dalam kasus ini,” tuturnya. Kemudian, penelusuran polisi berujung pada rumah industri pembuatan pil haram tersebut di Kawasan Gondrong, Cipondoh, Kota Tangerang. Selain itu, pabrik pembuatan pil PCC di Kavling DPR, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang tersebut, awalnya berkedok sebagai pembuat dan penjual jamu.

“Awalnya mereka memproduksi jamu, tapi dua bulan terakhir ini beralih bikin pil PCC,” katanya. Menurut dia, pemilik pabrik berinisial TAR dan istrinya sudah tiga bulan ini memproduksi pil PCC dan jenis lainnya. TAR dan istrinya membuat sendiri aneka pil berisi bahan baku narkotika tersebut, di rumah mereka di Kavling DPR, Cipondoh. Dari rumah berlantai tiga bercat biru muda tersebut, polisi menyita puluhan ribu pil PCC yang sudah dikemas dalam bungkus plastik dan dus. Polisi juga menyita bahan baku pil PCC, seperti kafein, parecetamol, dan carisoprodol.

Lebih lanjut, dia mengatakan, bahwa tempat pembuatan pil haram tersebut, merupakan rumah yang berada di tengah permukiman. “Di sana dibuat beberapa jenis pil, semua mengandung narkotika,” ujarnya. Ia menuturkan, jika pabrik pil PCC tersebut, beromzet miliaran rupiah. “Dari hasil penyitaan barang bukti yang disita dari tersangka apabila dikonversi dengan uang rupiah diperkirakan bernilai Rp 9,525 miliar,” ucapnya saat ditemui di lokasi penggerebekan.

“Dalam pengungkapan kasus ini, kami mengamankan sebanyak 10 tersangka. Mereka masing -masing berinisial TAR, ANR, AB, DK, IR, SY, SL, RM, AF, dan MY,” tuturnya. Seluruh tersangka kini menjadi tahanan Polresta Bandara Soetta. Mereka disangkakan dengan Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 113 Ayat 2 lebih subsider Pasal 112 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Sejak Maret 2018 lalu, Menkes menyatakan, carisoprodol, adalah narkotika golongan 1,” katanya.

Sementara, Suyani (65), yang tinggal bersebelahan dengan kediaman TAR mengatakan, jika tetangganya tersebut, sudah lama berjualan jamu. “Sejak saya tinggal di sini pada 1998 mereka sudah jualan jamu,” ujarnya. Menurut dia, TAR dan istrinya merupakan warga yang baik dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Tak tahunya belakangan memproduksi pil terlarang. (DA)*


Sekilas Info

RJK 2018, Kulineran ala 90-an Bareng Veteran di TangCity Mall

TANGERANG, (KB).- Nostalgia jajanan kuliner ala 90-an, puluhan pedagang kaki lima berkumpul di halaman parkir …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *