Selasa, 20 November 2018

Polisi Amankan Delapan Tersangka Curanmor

PANDEGLANG,(KB).- Dalam sebulan terakhir ini, Unit Reskrim Polres Pandeglang berhasil mengamankan delapan tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di wilayah Pandeglang.
Delapan tersangka tersebut ditangkap dalam dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda. Delapan tersangka tersebut yakni YS, D, AA, AP, IR, IA, Y, dan JS.

Dalam keterangan Pers dipimpin Kapolres Pandeglang, AKBP Ary Satriyan, pada Sabtu (25/11/2017), di Mapolres Pandeglang, menyebutkan polis berhasil mengamankan barang bukti lima unit kendaraan roda dua. Di antaranya, Yamaha Fino Warna Hitam, Honda Scoopy warna Merah Silver, dan Honda Beat warna Putih. Sementara dua motor lainnya jenis Suzuki Satria F warna biru dan warna hitam.

Selain itu, polisi mengamankan beberapa barang bukti kejahatan dari tangan para tersangka. “Kami amankan obeng, kunci leter T, STNK motor Scoopy, kunci ring nomor 8, dan 4 buah kunci motor,” kata Ary. Menurutnya, hampir sering terjadi kasus curanmor dengan tersangkanya merupakan residivis. Modus operandi dilakukan tersangka dengan mengambil kendaraan motor di jalan dan parkiran.

Modus lainnya mencuri motor di rumah korban dengan mencongkel pintu dan jendela rumah. Setelah berhasil mencungkil pintu dan jendela, baru mereka mencuri motor yang berada dalam rumah. “Untuk yang diparkiran menggunakan kunci leter T dan di rumah juga menggunakan leter T . Tapi mencongkel rumah menggunakan obeng,” katanya.

‎Kapolres mengimbau masyarakat agar berhati-hati, karena tingkat kejahatan curanmor di Pandeglang cukup tinggi. Para tersangka mengambil kendaraan yang parkir sembarangan dan ada juga tersangka spesialis curi motor dalam rumah. “Dalam aksinya, tersangka cukup membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk bisa membawa kabur motor curian. Hanya dengan memasukan kunci Leter T ke kontak motor, kemudian setelah menjebol kontak motor, mereka dengan cepat membawa kabur motor curian tersebut.

Oleh karena itu, Kapolres mengimbau warga saat meninggalkan rumah agar menitipkan keamanan rumahnya ke tetangga. Apabila di parkiran, kalau bisa menggunakan kunci ganda untuk lebih mengamankan kendaraannya,” ucapnya.

‎Menurut Kapolres Ary, rata-rata motor hasil curian dijual Rp1,5 juta sampai dengan Rp 3,5 juta tergantung jenis motornya. “Ada yang dijual ke luar Pandeglang, ada juga dijual di Pandeglang. Tapi umumnya tersangka mengganti nomor mesinnya dengan alat sehingga sehingga sulit untuk dilacak,” tutur Ary.

Sementara itu, salah seorang tersangka IR menuturkan, pihaknya sudah pernah melakukan aksi pencurian sepeda motor di Serang dan mengaku sudah pernah masuk penjara dalam kasus pencurian sepeda motor. “Udah pernah masuk di Rutan Serang, dengan kasus yang sama (pencurian),” katanya.(IF)***


Sekilas Info

Dinas Pariwisata Pandeglang: Target PAD Wisata Baru 80 Persen

PANDEGLANG, (KB).- Dinas Pariwisata (Dispar) Pandeglang baru mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 480 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *