Minggu, 24 Juni 2018

Polda Buru Pelaku Utama, Identitas Penyebar Hoax Gempa Terungkap

SERANG, (KB).- Penyidik Subdit II Fiskal Moneter Devisa (Fismondev) dan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Banten berhasil mengungkap empat pelaku penyebar hoax gempa susulan di media sosial (medsos), Selasa (23/1/2018) lalu. Keempatnya berinisial P, S, PM, dan BK. Keempatnya sudah menjalani pemeriksaan di Polda Banten.

“Kami sudah memperoleh identitas pelaku dalam waktu dekat akan diambil langkah-langkah (proses hukum),” ujar Kapolda Banten Brigjen Pol. Listyo Sigit Prabowo saat ditemui seusai acara peresmian gedung baru Subdit Regident Polda Banten, Rabu (31/1/2018).

Kapolda menuturkan, dalam penyelidikan kasus tersebut, Polda Banten bekerja sama dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dalam melacak pelaku penyebar hoax tersebut. Setelah identitas para pelaku terungkap, kasus tersebut diambil alih Polda Banten karena tempat kejadian perkaranya di wilayah hukum Polda Banten. “Masuk wilayah hukum Polda Banten,” tuturnya.

Kapolda mengatakan, pasca informasi gempa susulan 7,5 SR tersebut pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan rilis bahwa kabar tersebut adalah hoax atau bohong. “BMKG telah memberi klarifikasi terkait informasi tersebut,” katanya.

Direktur Reskrimsus Polda Banten Kombes Pol. Abdul Karim menuturkan, keempat pelaku tersebut masih berstatus sebagai saksi. Kasus tersebut, kata dia, kini telah dinaikkan ke tahap penyidikan. “Sudah sidik (penyidikan), keempatnya masih berstatus sebagai saksi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, rangkaian kasus tersebut bermula dari medsos grup WhatsApp (WA). Kemudian, dari grup WA tersebut disalin lalu dipindahkan ke grup dua WA lainnya. Setelah ramai di WA, hoax tentang gempa tersebut menyebar di instagram dan menjadi viral. “Penyebaran pertama lewat grup WhatsApp, di-copy dipindahkan ke grup WhatsApp lain sampai tiga grup, sampai ke instagram dan menjadi viral,” katanya.

Ia menuturkan, penyidik masih melakukan pencarian terhadap pelaku utama yang sengaja mengubah surat dari BMKG tersebut. Surat dari BMKG tersebut merupakan surat resmi yang dibuat secara rutin terkait cuaca di Perairan Banten dan dikirim ke beberapa kalangan. Namun oleh tangan jahil surat tersebut diubah lalu disebarkan sehingga viral dan membuat resah masyarakat. “Surat tersebut bukan masalah gempa, tapi masalah gelombang dan cuaca di Banten dan itu dibuat secara rutin (oleh BMKG),” tuturnya. (FI)***


Sekilas Info

Dana Parpol Segera Cair

SERANG, (KB).- Bantuan dana partai politik (parpol) sudah bisa dicairkan pada Juli 2018. Parpol peraih kursi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *