Polda Banten Jamin Keamanan Pemilu 2019 di Banten

Kapolda Banten Irjen Pol. Tomsi Tohir saat memimpin Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pemilu 2019 di Halaman Mapolda Banten, Ahad (14/4/2019).*

SERANG, (KB).- Polda Banten menjamin situasi pelaksanaan Pemilu serentak 2019 akan berlangsung kondusif dan aman. Hal itu ditegaskan langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol. Tomsi Tohir saat memimpin Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pemilu 2019 di halaman Mapolda Banten, Ahad (14/4/2019).

Dalam amanatnya, Kapolda mengatakan, pengamanan pemilu di Banten akan terfokus TPS. Sebab, tahapan penghitungan suara merupakan momen krusial yang perlu mendapatkan antisipasi sedini mungkin demi mencegah adanya gangguan ketertiban di masyarakat.

“Untuk menghindari terjadinya gangguan keamanan saat pemungutan dan penghitungan suara, Polda Banten telah memperkuat pengamanan mulai dari TPS hingga PPK atau tingkat kecamatan. Kami akan mengerahkan personel Polri dan TNI yang bertugas hingga akhir pemilu,” katanya.

Berdasarkan rinciannya, jumlah pasukan yang akan menjaga seluruh titik TPS di Banten yaitu 48.957 personel. Jumlah ini terdiri dari 4.600 personel kepolisian, 1.800 personel TNI, dan 42.094 personel perlindungan masyarakat (Linmas).

Polda juga sudah mengantisipasi sejumlah potensi kerawanan yang diprediksi akan terjadi pada saat tahapan pemungutan suara. Di antaranya, jarak tempuh warga ke TPS serta adanya aksi protes dari massa yang tidak puas dengan hasil pemilu.

“Jarak tempuh dari satu TPS ke TPS yang lain jadi perhatian kami. Karena masih ada beberapa wilayah yang akses jalannya kurang baik. Selain itu, kami sudah mengantisipasi jika ada ketidakpuasan massa pendukung atas hasil penghitungan suara. Itu harus segera dapat diselesaikan,” ujar Kapolda.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi mengatakan, apel pergeseran pasukan merupakan pengecekan akhir dari seluruh personel pengamanan. Kata Edi, TNI-Polri dan unsur masyarakat di Banten berkomitmen untuk menjaga situasi kondusif selama tahapan Pemilu serentak 2019.

“Pengecekan akhir ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjamin keamanan baik sebelum, sesaat dan setelah seluruh tahapan Pemilu selesai. Sehingga masyarakat bisa menyalurkan hak pilihnya dengan lancar, aman dan damai,” katanya.

Ia juga menjamin, unsur kepolisian akan tetap menjaga netralitas selama tahapan pemungutan suara Pemilu 2019. Untuk itu, ia berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan sejumlah isu negatif yang bisa merusak kerukunan dan persatuan antar warga negara. “Jika terjadi apa-apa, silakan laporkan ke petugas yang di lapangan,” tuturnya. (Rifat Alhamidi/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here