Polda Banten Amankan 4 Bos Tambang Ilegal

SERANG, (KB).- Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengamankan empat pengusaha Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beropasi di sekitar Taman Nasional Halimun Gunung Salak (TNGHS). Keempatnya berinisial MT, NT, JL, dan SH.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Banten Kombes Pol. Nunung Saifudin mengatakan, keempat orang merupakan pengusaha PETI di sekitar TNGHS. Tambang itu diduga menjadi salah satu pemicu banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah kecamatan Kabupaten Lebak pada Januari 2020.

Keempat orang itu diamankan di waktu yang berbeda. NT ditangap di tempat pelariannya di Kalimantan Barat pada 8 April 2020. Sementara untuk tiga orang lainnya yaitu MT, JL, dan SH diamankan karena menyerahkan diri pada tanggal 27 Januari 2020.

“Seiring dengan berjalannya waktu kami melakukan penyelidikan dan penyidikan alhamdulillah satu minggu kemarin semuanya sudah kami selesaikan,” katanya, Rabu (15/4/2020).

Khusus untuk MT, kasusnya pernah disidik oleh Bareskrim Polri. Untuk menghindari tumpang tindih penanganan kasus, pihaknya kemudian menghentikan proses penyidikan (SP3) kepada yang bersangkutan.

“Dasar SP3 karena keterangan saksi ahli, keterangan saksi di TKP dan petikan putusan dari Pengadilan (Negeri Rangkasbitung) Lebak. Khawatir kami dipersalahkan,” katanya.

Adapun putusan Pengadilan Negeri Rangkasbitung terhadap MT dilakukan pada 26 Januari 2019. Vonisnya 10 bulan kurungan dan denda sebesar Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

“Dia (MT) sudah menjalani hukuman dengan kasus yang sama. Kalau diproses kami akan dipersoalkan,” tuturnya.

Kemudian, terhadap tiga orang lainnya yaitu NT, JL, dan SH polisi melanjutkan proses hukum. Ketiganya diancam Pasal 158 dan atau Pasal 161 Undang-Undang RI tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara dan atau Undang-undang tentang Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun dan denda sebesar Rp 10 miliar. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here