Sabtu, 17 November 2018

Polantas Polres Pandeglang Amankan Dua Mobil PS

PANDEGLANG, (KB).- Polisi lalu lintas (Polantas) Polres Pandeglang berhasil mengamankan dua unit mobil PS jenis colt diesel yang diduga liar saat melintas di jalan Alun-alun Pandeglang, Senin (15/1/2018) sekitar pukul 02.00. Mobil berplat nomor hitam asal Jakarta tersebut kepergok mengangkut penumpang jurusan Jakarta-Pandeglang.

Kanit Turjawali Polres Pandeglang, H. Dadan mengatakan, tadi malam anggota mendapat laporan dari para sopir yang meresahkan maraknya angkutan umum jenis PS liar masuk wilayah Pandeglang. Selain tidak memiliki trayek, angkutan berwarna biru itu menggunakan plat nomor hitam.

“Berbekal laporan itulah, kami bersama anggota berjaga-jaga di Pospol Satlantas dekat alun-alun. Tepat pukul 02.00, anggota berhasil mengamankan dua unit mobil tersebut dengan nomor kendaraan B 7727 IU dan B 1515 WU,” kata Kanit Turjawali Polres Pandeglang, H. Dadan kepada Kabar Banten, seusai mengamankan kendaraan di Alun-alun Pandeglang.

Ia mengatakan, saat digelar operasi, kedua sopir angkutan tersebut tidak dapat memperlihatkan surat izin trayek. Selain itu, kendaraan tersebut menggunakan plat hitam atau nomor preman. “Ya, melanggar trayek dan salah peruntukan plat kendaraan. Seharusnya plat hitam adalah kendaraan pribadi atau preman. Tapi kendaraan tersebut dipakai ngompreng atau narik muatan dari Jakarta menuju Pandeglang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Organda Banten, Emus Mustagfirin mengapresiasi anggota Polantas Polres Pandeglang. Sebab, kasus angkutan umum liar bisa memantik terjadinya keributan antar pelaku angkutan transportasi. “Untungnya lebih dulu terkena operasi petugas. Coba kalau kena para sopir angkutan umum jenis PS, bisa menimbulkan keresahan,” kata Ketua Organda Banten, Emus Mustagfirin.

Hal hampir senada dikatakan Ketua Bidang Transportasi AKAP, Organda Banten, H. Jumhana. Kasus angkutan umum liar jenis PS yang diamankan di petugas di Pandeglang sangat bagus. Karena Organda banyak menerima aduan dari para sopir angkutan umum tentang maraknya angkutan liar. “Mereka yang liar itu beroperasi malam hari. Tidak bayar izin trayek, karena tidak punya trayek. Para pelaku angkutan transportasi liar itu membuat tidak kondusif para sopir. Saya mendukung langkah Polantas karena sigap membantu penertiban angkutan transportasi liar,” ujarnya. (PG)***


Sekilas Info

Pemilih Pemula Perempuan Diberikan Pendidikan Politik

PANDEGLANG, (KB).- Pemilih pemula perempuan diberikan pendidikan politik dalam kegiatan “Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula Perempuan”, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *