PMI Kabupaten Lebak Krisis Stok Darah

LEBAK, (KB).- Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lebak kesulitan akan ketersediaan stok kantong darah. Hal itu terjadi menyusul merebaknya virus corona (Covid-19) ke sejumlah daerah di Indonesia.

Ketua pelaksana harian UTD PMI Lebak dr Firman Rahmatullah mengatakan, upaya pencegahan pandemi virus corona berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan darah di Kabupaten Lebak. Saat ini, hampir 65 persen kantong darah disuplai dari luar daerah, seperti Jakarta, Tangerang dan Depok.

”Pada bulan ini saja, sudah tiga jadwal donor darah mengalami pembatalan. Karena tidak boleh ada pengumpulan massa sebagai upaya untuk meminimalisasi penyebaran corona. Dari pihak mereka sementara tidak membuka layanan donor di beberapa tempat di Jakarta,” katanya, Jumat (20/3/2020).

Menurut dia, pembatalan itu menyebabkan ratusan kantong darah untuk memenuhi kebutuhan setiap bulan di tiga rumah sakit (RS) yang mencapai sekitar 900 kantong gagal diperoleh Kabupaten Lebak.

”Di luar daerah sekali pergerakan (donor darah) di satu tempat minimal kita bisa dapat di atas 70 kantong. Jumlahnya cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan, dan ke depan ada beberapa jadwal lagi yang dibatalkan selama masa kedaruratan corona berlangsung,” tuturnya.

Kondisi itu berdampak pada stok darah yang semakin hari kian menipis. Sehingga, stok darah di UTD PMI mengalami krisis.

”Ngak kosong. Stoknya ada tapi untuk saat ini kita mengalami krisis. Karena itu, untuk sementara diprioritaskan untuk kebutuhan emergency,” ujarnya.

Untuk mengatasinya, lanjut dia, keluarga pasien yang memiliki golongan darah yang sama untuk mendonorkan darah.

”Untuk menyiasatinya, kita mendorong setiap puskesmas menggalakkan kegiatan donor darah guna mengantisipasi krisis stok darah yang terjadi di Kabupaten Lebak,” ucapnya. (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here