PMI Banten Siapkan Kru Ambulans Terlatih

PELAYANAN ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) dikenal baik oleh masyarakat umum karena sifat kesukarelaan dan kenetralannya karena tidak membedakan korban yang ditolong. Pelayanan ambulans menjadi bagian penting untuk PMI dalam respon awal situasi darurat baik pada saat terjadinya kecelakaan, konflik maupun dalam penanganan penanggulangan korban bencana.

Untuk meningkatkan pelayanan ambulans dan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut, PMI Provinsi Banten menggelar pelatihan terhadap kru ambulans, di Aula Pusdiklat PMI Provinsi Banten Jl. Raya Serang-Jakarta KM.5 kalodran Kota Serang, pada 9-12 April 2019.

Hadir membuka kegiatan tersebut Kepala Markas PMI Provinsi Banten Embay Bahriyah. Turut hadir panitia Nurlina Kusumowati dan Safari, Fasilitator dari PMI DKI Jakarta yaitu Agus Bastian dan Usep Ihan. Kegiatan yang mengusung tema “Pelatihan Crew Ambulans PMI Provinsi Banten Tahun 2019“ tersebut diikuti sebanyak 24 anggota PMI dari perwakilan kabupaten/kota se-Banten.

Kepala Markas PMI Provinsi Banten Embay Bahriyah mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan menurunkan angka kecacatan dan kematian akibat kecelakaan lalu lintas dan memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Kemudian, memberikan pertolongan pertama dan pelayanan ambulans kepada masyarakat.

Selain itu, pelatihan ini juga untuk meningkatkan kapasitas SDM PMI kabupaten/kota dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Melayani masyarakat dengan nyaman dan ramah. Selain itu, terwujudnya pelaksanaan pelayanan ambulans bagi masyarakat dengan cepat dan tepat. “PMI se-Banten akan punya crew ambulance yang terlatih. Sehingga meningkatnya kapasitas dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan ambulans,” tuturnya.

Materi yang diberikan kepada peserta antara lain prinsip-pronsip gerakan & organisasi PMI, HPI untuk personal medis, safer access, relasi media, pelayanan ambulans PMI, aspek legal, peralatan pp dan ambulans. Selanjutnya, oksigen terapi, pengukuran tanda vital, upaya pencegahan infeksi, evakuasi korban, mengemudi ambulans, penggunaan alat radio komunikasi, merujuk dan mengevakuasi penderita, dan lainnya.

“Metodenya ada ceramah, diskusi, tanya jawab, peragaan, praktek, hingga demonstrasi,” ucapnya. Ia mengatakan, pelayanan ambulans PMI sebagai wadah kegiatan pelayanan ambulans terhadap masyarakat yang di dalamnya terdiri dari kru dan driver berpengetahuan dan memiliki kemampuan pertolongan pertama.

“Mampu melakukan tindakan pertolongan pertama yang sederhana dengan peralatan terbatas serta dapat mengevakuasi korban ke pelayanan kesehatan terdekat. Sehingga dapat menyelamatkan hidup korban, mencegah cacat serta dapat menunjang proses penyembuhan,” tuturnya. (Dindin Hasanuddin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here