PMA Lebih Dominan, Pertumbuhan Ekonomi Banten Ditopang Asing

SERANG, (KB).- Pengamat Ekonomi dari Untirta Boyke Pribadi menilai, dominasi penanaman modal asing (PMA) dalam investasi di Banten menandakan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten ditopang oleh modal asing. Kondisi ini sewaktu-waktu bisa menyebabkan penurunan tingkat ekonomi secara drastis jika modal asing tersebut hengkang dari Provinsi Banten.

“Sebaiknya investasi dimodali oleh PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri), sehingga jika ada gonjang-ganjing ekonomi PMDN tidak mudah lari,” katanya saat dihubungi Kabar Banten, Senin (25/11/2019).

Diketahui, realisasi investasi Januari-September 2019 di Provinsi Banten didominasi PMA yang menembus angka Rp 21 triliiun lebih. Sedangkan PMDN berada di angka Rp 12 triliun lebih. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu (DPMPTSP) Provinsi Banten, PMA yang masuk ke Banten berasal dari 41 negara, terdapat 10 di antaranya yang termasuk menanamkan investasi paling besar.

Urutan pertama Singapura, kemudian disusul Tiongkok, Thailand, Hongkong, Malaysia, British Virgin Islands, Korea Selatan, Belanda, Jepang, Belgia. Realisasi PMA dan PMDN Januari-September 2019 telah menyerap 34.806 tenaga kerja, dengan rincian PMA 17.394 tenaga kerja dan PMDN 17.412 tenaga kerja.

Baca Juga : Pemprov Banten Pangkas Perda Tumpang Tindih, Investasi Asing Mendominasi

Menurut Boyke, ada beberapa faktor yang menyebabkan PMA lebih tinggi dibanding PMDN di Provinsi Banten. Pertama, investor lokal yang sedang lesu dan pada saat yang sama investor asing sedang agresif melakukan investasi lantaran nilai tukar mata uang mereka sedang tinggi. “Sehingga jika dihitung harga tanah dengan mata uang asing maka seolah harga tanah tersebut menjadi nampak murah,” katanya.

Faktor kedua perizinan yang tidak rumit dan berbelit sehingga dianggap menguntungkan masuknya investasi asing ke suatu daerah. Tingginya PMA di Banten perlu menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah. “Pemerintah perlu) menggenjot investasi PMDN agar struktur ekonomi Banten bisa kokoh,” katanya.

Selain itu, menambah investasi PMA untuk memperluas penyerapan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi juga perlu dilakukan. Terkait siapa yang lebih besar dalam investasi baik PMA maupun PMDN menurutnya bukan masalah untuk jangka waktu dekat.

Namun dalam waktu jangka panjang PMA yang lebih besar menjadi pertanda ekonomi Banten sewaktu-waktu bisa jatuh. “Jadi kesimpulannya, pertumbuhan ekonomi daerah akan stabil jika salah satunya di topang PMDN. Namun demikian PMA tetap diperlukan sebagai pendamping untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Banten,” ujarnya.

Kabid Pengendalian Penanaman Modal pada DPMPTSP Banten Iksan Budiantara menuturkan, realiasi investasi selama kurun waktu Januari-September 2019 di Provinsi Banten didominasi oleh PMA. Sektor yang dikembangkan oleh PMA bermacam-macam. “Investasi itukan macam-macam, ada jasa, perdagangan kimia kaya gitu,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here