Kamis, 15 November 2018

PLTU Jawa 9-10 di Suralaya Dibangun Awal 2019

CILEGON, (KB).- Doosan Heavy Industries and Construction asal Korea Selatan (Korsel) bersama Indo Raya Tenaga (IRT) dipastikan menjadi pihak yang akan menangani pembangunan PLTU Jawa 9-10, di Suralaya, Kecamatan Pulomerak, awal 2019.

Bahkan, kabarnya, Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Korsel telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait kerja sama tersebut, dalam Forum Kerja Sama Industri Korea-Indonesia di salah satu hotel Jung-gu, Seoul, Korea Selatan, Senin (10/9/2018).

Kepala Proyek Unit 9 dan 10 PLTU Suralaya, Kardi Bin Kasiran mengatakan, Doosan terpilih sebagai preferred bidder dalam proses pengadaan engineering procurment construction untuk proyek PLTU Jawa 9-10. Doosan dalam proposal tendernya, menyertakan opsi dukungan oleh K-exim dan K-Sure yang adalah export credit agency dari Korsel.

“Total biayanya 3.000 juta dolar AS atau sekitar Rp 40 triliun. Insya Allah akan dimulai awal tahun depan,” katanya saat ditemui di Kantor Proyek PLTU Jawa 9-10, di Pulomerak, Kamis (13/9/2018).

Menurut dia, dua pembangkit tersebut, akan mengurangi kekurangan daya listrik di Indonesia, khususnya Jawa dan Bali. Di mana satu pembangkit tenaga listrik akan memproduksi 1.000 megawatt. “Kami akan memulai pembangunan pada kuartal pertama tahun depan,” ujarnya.

Ia menuturkan, pembangkit listrik yang menjadikan batu bara sebagai bahan bakar utamanya tersebut, dijadwalkan akan dibangun dengan skala dua kelas. Teknologi Korsel, ucap dia, dianggap lebih mumpuni dan efisien.

“Tekanan uap yang memasuki turbin di pembangkit ini lebih dari 246 kilogram (kg) per sentimeter (cm) persegi dan suhu uap lebih dari 600 derajat. Semakin tinggi tekanan dan suhu uap, semakin tinggi efisiensi pembangkitan listrik. Ini adalah teknologi pembangkit listrik yang ramah lingkungan dan sangat efisien, juga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Perizinan dan Pengembangan PLTU Suralaya Unit 9 dan 10, Hamim menu turkan, pembangunan tahap satu PLTU Jawa 9-10 tinggal tahap penyempurnaan. Bahkan, Jalan Raya Merak-Suralaya sepanjang 1,2 kilometer dalam waktu dekat akan diserahkan ke Kementerian PUTR.

“Persiapan menuju pembangunan infrastruktur pada dasarnya telah selesai, sekarang tinggal tahap penyempurnaan. Jalan Raya Merak-Suralaya pun sudah bisa dinikmati. Tinggal serah terimanya nanti kepada Kementerian PUTR, sekarang sedang proses administrasi,” katanya. (AH)*


Sekilas Info

Target PAD Kota Cilegon 2019, Pemkot dan DPRD Beda Persepsi

CILEGON, (KB).- Rapat gabungan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Cilegon 2019 telah selesai, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *